Kesalahan Saat Liburan Ke Bali

Kesalahan Saat Liburan Ke Bali

fkossmpkotabali.web.id Eh kok makin lama makin miskin pas liburan ke Bali? Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Kesalahan Saat Liburan Ke Bali Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Kesalahan Saat Liburan Ke Bali

1. Liburan saat high season
Liburan ke Bali saat high season memang sangat gak direkomendasikan. High season yang dimaksud itu adalah saat liburan sekolah, liburan hari raya, atau tahun baru.Tiket pesawat ke sana untuk satu orang bisa mencapai Rp 2 jutaan lho untuk maskapai yang murah. Belum lagi, harga-harga penginapan juga ikut meroket.Tepat menjelang tahun baru 2020, nyaris seluruh penginapan di wilayah Seminyak dan Legian penuh. Di samping itu, para ojek dan taksi online juga mematikan aplikasinya dan memilih untuk cari penumpang langsung di jalanan.Harga yang mereka tawarkan ke pengunjung juga sangat tinggi. Bayangkan saja, tarif ojek dari Legian ke Kuta tanggal 31 Desember 2019 bisa mencapai Rp 100 ribu lho! Alasan mereka mengenakan tarif tinggi adalah karena jalanan memang sudah mulai ditutup.

2. Gak sewa kendaraan
Mengandalkan transportasi umum atau online di Bali bukanlah hal yang bijak. Alangkah lebih baik jika kamu menyewa mobil dengan sistem lepas kunci saja jika kamu datang ke Bali rame-rame.Jika cuma sama pasangan, maka sewa motor saja deh. Bali itu macetnya juga parah.Mengapa gak direkomendasikan menggunakan transportasi umum atau online? Beberapa wilayah di Bali memang gak membolehkan taksi atau ojek online beroperasi, hal itu disebabkan karena aturan dari desa adat setempat. Sementara itu jika menggunakan taksi lokal, biayanya bisa luar biasa mahal.Jika memang kamu gak bisa mengemudi, jalan satu-satunya adalah menyewa jasa tour guide beserta transportasi. Umumnya, kamu akan dikenakan tarif Rp 500 ribu untuk 10 jam.

3. Menginap di hotel
Memanfaatkan aplikasi seperti Airbnb tampaknya lebih cerdas untuk saat kamu mencari penginapan di Bali. Mengapa demikian? Karena tarif menginap di homestay tentu lebih terjangkau ketimbang hotel.Salah satu poin plus hotel adalah lokasinya yang cenderung strategis dan mereka juga menyediakan sarapan.Namun jika kamu solo traveling atau cuma berdua, homestay tampaknya lebih pas. Banyak lho homestay di Bali yang tarif sewanya murah dan sudah ada private poolnya.

Baca Juga : Resort Asik Antimaintstream Di Bali

4. Beach club hopping tiap malam
Bali emang punya banyak beach club yang sangat Instagramable. Ulucliff, Azul, Potato Head, Cafe Del Mar, Sundays, La Brisa, Omnia, apa lagi?Kalau setiap hari yang kamu lakukan adalah beach club hopping demi kepentingan postingan Instagram, maka yang ada dompetmu bisa berteriak.Walau setiap beach club gak memberlakukan minimum order sebagai syarat masuk, tetap saja harga makanan dan minuman di sana di atas rata-rata. Kalau mau hemat, beli saja paket bir untuk lima botol.Tapi kalau kamu nongkrong berdua saja, maka gak baik juga menenggak minuman beralkohol dalam jumlah yang banyak. Setuju?

5. Kalap wisata kuliner
Wisata kuliner saat liburan ke Bali? Kenapa tidak, di sana juga surga kuliner lho. Meskipun banyak sekali makanan yang gak halal.Pizza di Bali itu cita rasanya memang mirip pizza di Milan, Italia, dan beberapa resto pancake di sana juga rasanya 11:12 atau bisa lebih enak dari Pancious. Mau kuliner apa lagi? Burger? Smoothies? Di sini ada semua.Jika ingin wisata kuliner, jangan setiap hari. Untuk makan sehari-hari, makan saja di warung nasi campur atau restoran padang setempat.Mau lebih irit lagi? Beli roti atau oatmeal plus sereal dan makan di penginapan untuk pagi dan malam hari.Itulah lima kesalahan yang membuatmu bakar duit ketika liburan ke Bali. Pokoknya ingat baik-baik deh, pertimbangkan untuk sewa kendaraan lepas kunci, selalu prioritaskan homestay ketimbang hotel, jangan beach club hopping tiap hari, pilih-pilih tempat untuk wisata kuliner, dan atur keberangkatanmu jangan pas hari raya. (Editor: Winda Destiana Putri).

Related posts