Fakta Unik Desa Trunyan

Fakta Unik Desa Trunyan

fkossmpkotabali.web.id Salah satu desa yang menyimpan banyak keunikan di Bali adlah Desa Trunyan. Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Fakta Unik Desa Trunyan. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Fakta Unik Desa Trunyan

1. “Trunyan” Memang Nama Sebuah Pemakaman
Bukan hanya nama sebuah desa, Trunyan juga memang nama sebuah pemakaman di Desa Trunyan. Di Kuburan Trunyan ini, mayat yang meninggal dibiarkan saja tergeletak di atas tanah, sedangkan anggota keluarganya cukup memberikan pagar dari bambu dan sesaji di samping jenazah tersebut.

2. Mayat yang Dimakamkan di sini Tidak Berbau Busuk
Secara logika, jenazah yang dikuburkan secara terbuka dan diletakan begitu saja, pasti kelama-lamaan akan mengeluarkan bau busuk, tapi tidak dengan yang dikuburkan di Trunyan, sama sekali tidak mengeluarkan bau busuk.

Baca Juga : Cantiknya Desa Pinggan Di Bali

Kenapa? Hal ini terjadi karena jenazah tersebut diletakkan di antara pohon Taru Menyan. Taru berarti pohon dan Menyan berarti harum. Masyarakat setempat percaya bahwa aroma yang keluar dari pohon taru menyan inilah yang dapat menetralisir udara di sekitarnya, sehingga bau busuk pun tak ada, walaupun belum ada penelitian yang bisa mengungkap bagaimana pohon ini bisa menyerap bau busuk mayat manusia yang dimakamkan di sini.

3. Pohon Taru Menyan Diperkirakan Berusia Ribuan Tahun
Ternyata, pohon taru menyan diperkirakan sudah berusia ribuan tahun, dan ukuran pohon tersebut tidak banyak mengalami perubahan.Berdasarkan cerita penduduk setempat, dulu penduduk desa tersebut tiba-tiba dihampiri kebingungan karena munculnya bau harum menyengat di seluruh desa, bahkan saking menyengatnya banyak penduduk yang mengalami pilek.Setelah ditelusuri, ternyata, bau harum menyengat tersebut berasal dari sebuah pohon besar, kemudian supaya bau harum menyengat tersebut tidak menganggu penduduk desa lagi, maka diputuskan tempat tersebut dijadikan tempat pemakaman.Pohon yang mengeluarkan aroma khas yang kuat tersebut hanya dapat tumbuh di daerah ini, meskipun telah dicoba ditanam di daerah lain. Keunikan pohon ini agaknya telah menjadi cikal bakal nama desa Trunyan.

Related posts