Penguji Cobaan Bus Listrik Gratis di Bali

Penguji Cobaan Bus Listrik Gratis di Bali – Mungkin anda sudah pernah membaca artikel serupa atau sejenis,tapi artikel ini berbeda karena sudah kami ambil dari sumber terpercaya , berikut pengujian bus listrik gratis di Bali.

Penguji Cobaan Bus Listrik Gratis di Bali

Gubernur Bali, I Wayan Koster, meluncurkan uji coba layanan angkutan gratis pada kawasan strategis nasional (KSPN). Bus listrik telah mengaspal melayani turis.

Menurutnya penggunaan energi listrik merupakan bahan bakar ramah lingkungan. Angkutan shuttle bus diuji coba Jumat, (6/11/2020), dari kediaman dinasnya Jayasabha, Denpasar.

“Penggunaan energi listrik pada kendaraan bus yang diujicobakan mulai hari ini sangat bagus. Ke depannya tidak hanya mobil, kita juga akan terapkan untuk motor, peralatan rumah tangga dan meluas tidak hanya dalam bidang transportasi,” kata Koster dalam keterangan tertulisnya.

“Tetapi juga restoran, hotel, kita harapkan mulai menggunakan energi bersih terbarukan,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Koster memaparkan dengan adanya shuttle bus, Bali yang merupakan destinasi wisata dunia bisa mengembangkan lingkungan yang bersumber dari energi ramah lingkungan.

“Dengan demikian diharapkan Bali sebagai destinasi pariwisata dunia akan benar-benar terjaga kesehatan lingkungannya yang diawali dengan penggunaan energi yang bersumber dari energi ramah lingkungan,” ujar Koster.

“Kalau penggunaan bahan bakar ramah lingkungan ini bisa kita terapkan secara menyeluruh, maka udara Bali akan bersih. Masyarakat menghirup udara yang segar dan sehat, sehingga kualitas kesehatan masyarakat juga meningkat,” tambahnya.

Bus listrik ini juga dalam rangka meningkatkan aksesibilitas dan konektivitas antar obyek-obyek wisata serta antara obyek-obyek wisata dengan titik-titik simpul transportasi regional Bali.

Selama uji coba mulai akhir bulan Oktober sampai dengan 31 Desember 2020 wisatawan maupun penumpang bisa menikmati angkutan KSPN secara gratis. Ada 12 unit bus yang melayani, berukuran sedang, berkapasitas 15 orang.

Baca Juga:Kuliner Pinggiran Populer

Pemerintah Provinsi Bali melaksanakan angkutan bus listrik di Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dengan rute pelayanan sebagai berikut :

1. BANDARA – SANUR – KLUNGKUNG – BESAKIH PP. Panjang rute 68,3 km, dilayani oleh 3 bus dengan frekuensi pelayanan sebanyak 4 TRIP (2 PP)

2. BANDARA – CENTRAL PARKIR KUTA – UBUNG – MENGWI – BEDUGUL – SINGARAJA PP. Panjang rute 98,7 km, dilayani oleh 2 bus dengan frekuensi pelayanan sebanyak 2 TRIP (1 PP)

3. BANDARA – GOA LAWAH – PADANGBAI – MANGGIS – CANDIDASA -AMUK – AMED PP. Panjang rute 104 km, dilayani oleh 2 bus dengan frekuensi pelayanan sebanyak 2 TRIP (1 PP)

4. BANDARA- SANUR – UBUD – KINTAMANI – SINGARAJA PP Panjang rute 119 km, dilayani oleh 3 bus dengan frekuensi pelayanan sebanyak 2 TRIP (1 PP)

5. SINGARAJA – MENJANGAN-TAMAN NASIONAL BALI BARAT Panjang rute 95,3 km, dilayani oleh 2 bus dengan frekuensi pelayanan sebanyak 4 TRIP (2 PP).

Rumah Kalalo Di Bali

Rumah Kalalo Di Bali

fkossmpkotabali.web.id Indah Kalalo tinggal di Bali ternyata begini penampakan rumahnya.Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan beberapa artikel yang berkaitan tentang pembahasan mengenai Rumah Kalalo Di Bali. Berikut ini akan kami berikan beberapa ulasan dan pembahasan yang berkaitan mengenai Rumah Kalalo Di Bali

Bagian depan rumah Indah Kalalo
Rumah ibunda Ayanna Rose Werner, Byron Benjamin Werner, dan Tigerlily Grace Werner ini memang didominasi kayu dengan konsep alam terbuka yang sangat asri.Hal itu terlihat dari penampakan bagian depan rumah Indah Kalalo yang sangat luas dan dikelilingi pepohonan rindang.

Area yoga
Meski sudah melahirkan tiga orang anak, Indah Kalalo tetap terlihat cantik dengan bentuk tubuh yang ideal. Gak heran sih, pasalnya ia rutin melakukan olahraga yoga.Gak main-main, pemain film “My Generation” ini bahkan memiliki ruangan khusus untuk yoga lho. Area tersebut juga berdekatan dengan kolam renang dengan konsep outdoor. Asyik banget!

Ruang makan
Area ruang makan di rumah Indah Kalalo juga terlihat sangat nyaman dan kental dengan suasana alam. Tak hanya menggunakan batu alam untuk lantainya, berbagai furniturnya juga terbuat dari kayu.

Baca Juga : Liburan Menginap Di Bubble Hotel Bali

Dapur
Pada bagian dapur, hunian Indah juga didominasi unsur kayu pada beberapa furniturnya. Terdapat juga pajangan bergaya Bali yang ditempel di dinding.

Kolam renang
Salah satu bagian paling menarik di rumah Indah Kalalo yaitu pada area kolam renangnya yang bertema outdoor dan menyatu dengan alam terbuka. Nyaman banget ya.

Tempat bersantai
Bersama suami dan ketiga orang anaknya, Indah memang kerap menghabiskan waktu dengan bersantai di halaman belakang. Terdapat gazebo yang dilengkapi dengan kasur dan beberapa bantal empuk nan nyaman.

Stan Gratis PKB Namun Sangat Sempit

Stan Gratis PKB Namun Sangat Sempit

Fkossmpkotabali.web.id – Kebijakan Gubernur Bali I Wayan Koster tentang penghapusan sewa stand untuk industri kecil dan menengah (IKM) mendapat tanggapan positif dari peserta pameran di 41st Bali Arts Festival (PKB) di Taman Budaya, Denpasar. Terbukti, semakin banyak IKM berpartisipasi dalam pameran. Namun, sayangnya, pelaku IKM kecewa karena stand yang didapat cukup sempit karena terbatasnya ketersediaan tempat.

Pengerajin anyaman bambo dari Tigawasa, Buleleng yang ikut berpameran, Ketut Sugiarta mengaku kesulitan memajang hasil karyanya, karena sempitnya ruang stan yang didapatkan. Ia yang sudah beberapa kali ikut dalam kegiatan pameran PKB dalam beberapa tahun terakhir lebih menyukai sistem restribusi tetap diberlakukan, tetapi dengan diberikan subsidi

“Ya dikenakan restribusi, tapi disubsidi oleh pemerintah, kalau gratis begini membeludak pengrajin datang kesini, ya otomatis dapat stan seadanya, untuk pemajangan barang terbatas, pengunjung juga mengeluh, karena terlalu banyak pengerajin tetapi ruang gerak untuk melihat tidak puas,” kata Sugiarta

Sugiarta menyampaikan pada PKB tahun lalu ukuran stan yang didapatkan berukuran 2 meter kali dua setengah meter, tetapi sekarang harus dibagi dua sehingga sangat sempit. Bagi Sugiarta akan lebih nyaman ukuran stand tetap tetapi diberikan subsidi restribusi stand hingga 50 persen. Dimana tahun lalu harga stan di luar ruangan sekitar Rp. 5 juta dan stan di dalam ruang dikenakan sekitar Rp. 6 juta.

“Kalau bisa dari harga restribusi lama tahun-tahun sebelumnya, diberikan subsidi 50% atau berapa, sehingga tidak rebutan seperti sekarang, jadinya yang lulus seleksi dengan baik melalui dinas perdagangan akhirnya pengerajin lain karena mendengar ini gratis, kepingin juga ikut kesini, sekarang pembekakan stan hampir 100 lebih,” ujar Sugiarta.

Menurut Sugiarta, banyaknya jumlah stan juga menyebabkan omset para peserta pameran menurun, berbeda dengan tahun sebelumnya para peserta stan mampu meraup keuntungan yang optimal. Dimana akibat stan yang sempit menyebabkan pembeli tidak nyaman dan lebih memilih pergi ketika melihat pembeli lain datang.

“Ruang geraknya itu mungkin, karena berdesakan, belum acc datang lagi pengunjung yang lain, akhirnya yang mau beli jadi kabur. Kalau tahun lalu lima hari berjalan lumayan, kalau saya di anyaman bambu ini masuk di kisaran Rp. 10 juta, kalau sekarang 5 hari berjalan baru angka Rp. 4 juta dan masih merangkak dua hari ini sudah pusing,” ungkap Sugiarta.

Menurunnya omset juga diakui oleh Perajin Keben Sekar Madu Bangli, Nyoman Suryanti. Dengan sistem gratis memang pengerajin bisa memberikan harga produksi kepada pengunjung sehingga harga kerajinan yang diberikan tidak terlalu mahal. Ia mengakui jika penggratisan stan merupakan kebijakan yang bagus, namun sayang belum selaras dengan pendapatan.

“Bagus sih sekarang, dulu sih enam juta saya bayar. Sekarang sama sekali tidak, tapi persaingan tambah banyak. Dulu agak ramai pengunjungnya, sekarang pengunjungnya berkurang” ungkap Suryanti

Sedangkan seorang pelukis asal Gianyar, Ida Bagus Yudistira berharap kebijakan penggratisan juga memperhatikan estetika dan kebutuhan stan bagi para pengerajin. Ia yang mendapatkan stan berukuran 1 meter kali dua setengah meter mengalami kesulitan dalam memajang lukisan, belum lagi untuk menikmati atau melihat lukisan perlu ruang dengan jarang pandang yang cukup.

“Pertama, tengoklah tiap-tiap pengerajin, kalau memang gratis tetapi harus memperhatikan estetika dan kebutuhan, mana yang memerlukan tempat yang agak kecil, mana yang memerlukan agak besar. Agar sesuai dengan kebutuhan,” papar Yudistira.

Seorang pengunjung asal Sesetan, Dayu Putri sangat menyayangkan ukuran stand yang sempit, hingga membuat tidak nyaman untuk menikmati sebuah karya seni. Ia berharap panitia memperhatikan ukuran dalam penataan stan, sehingga baik peserta pameran dan pengunjung merasa nyaman.

“Kan agak sesak, saya lihat ini, memang untuk begini, kalau untuk melihat perlu ruang yang lebih luas sehingga kita bisa menikmati hasil karya seni, walaupun belum tentu beli. Kalau bisa lebih luas jadi lebih leluasa. Mudah-mudahan bisa lebih diperhatikan” uangkap Dayu Putri.

Sekretaris Dinas Kebudayaan Bali Anak Agung Komang Sapta Negara mengaku sempat kaget dengan ukuran stand yang cukup sempit. Namun menurutnya panitia akan melakukan evaluasi terhadap permasalahan yang muncul.

Baca juga : Sistem PPDB 2019 Baik Namun Masih harus Dikoreksi

“Kita akan evalusi apalagi baru kali ini gratis. Karena sudah kebijakan pak gubernur gratis, ya gratis tidak ada bayar-bayaran lagi, karena ini harus berpihak pada rakyat , Cuma selama ini terbelenggu dengan jumlah stand yang ada di pergub, anggarannya juga sudah dianggarkan setahun sebelumnya,” jelas Agung Sapta.

Guna mengatasi membeludaknya peserta pameran maka kedepan jumlah stan akan disesuaikan dengan jumlah peserta dengan tetap memperhatikan kemampuan optimal dan kondisi ideal yang dibutuhkan. Caranya yaitu dengan memanfaatkan ruang-ruang yang masih kosong di area Taman Budaya Denpasar.

“Optimal tersebut bagaimana seluruh peserta tertampung, idealnya berapa sih luasannya , ini yang akan kita evalusi sehingga ruang-ruang yang ada kita manfaatkan semuanya, tentuanya biaya akan bertambah untuk pembuatan stan,” kata Agung Sapta.

Sebelumnya keputusan penggratisan biaya stan bertujuan untuk membantu meringankan beban biaya para pelaku industri kecil-menengah dari seluruh Kabupaten/Kota se-Bali. Harapannya dapat memotivasi dan menggerak-kan industri kreatif berbasis budaya Bali, yang bermutu dan berdaya saing, serta berorientasi ekspor.

Sistem PPDB 2019 Baik Namun Masi harus Di Korekasi

Sistem PPDB 2019 Baik Namun Masih harus Dikoreksi

Fkossmpkotabali.web.idPengamat pendidikan di Bali, MS. Candra, ketika dia bertemu. mengatakan bahwa sistem PPDB 2019 cukup bagus dalam upaya mendistribusikan pendidikan, tetapi ada beberapa kelemahan yang perlu dievaluasi.

Candra mengatakan harus ada tahap penyesuaian mengingat setiap daerah di Bali memiliki kondisi daerah yang berbeda.

“Zonasi ini membuat sekolah negeri akan sulit menentukan siswa yang diterima, karena ada sekolah negeri berdekatan. Zonasi ini harus diatur lebih rinci, kalau misalnya pemerintah menentukan radius 2 kilometer, ternyata minim siswa. Memang zonasi di perkotaan agak sulit,” terangnya.

Sistem Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) 2019 diakui banyak dikeluhkan masyarakat. Dengan sistem penerimaan siswa di sekolah negeri lewat jalur zonasi hingga 90 persen, masyarakat khawatir anaknya tak diterima di sekolah negeri, mengingat setiap Rombongan Belajar (Rombel) SMA dibatasi hanya 36 orang. Keluhan itu paling terasa di Denpasar. Hal itu disebabkan penentuan zona yang masih rancu, karena adanya beberapa SMA Negeri yang lokasinya berdekatan. Sebut saja, SMAN 1 Denpasar, SMAN 7 Denpasar dan SMAN 3 Denpasar.

Terkait sistem zonasi PPDB ini, Kasi Pemberdayaan dan Pemanfaatan Teknologi Pendidikan, Dinas Pendidikan Bali, AA Gde Rai Sujaya, mengatakan, pihaknya tak memungkiri terjadi penumpukan sekolah negeri pada satu wilayah di Denpasar. Akibat kondisi itu, pihaknya belum bisa melakukan pemetaan terhadap sekolah mana yang akan dipilih dan tempat tinggal siswa yang memilih sekolah tersebut. Sebagai upaya antisipasi, Disdik Bali memberikan kesempatan bagi pelamar sekolah negeri untuk memilih dua sekolah yang diinginkan, dan satu alternatif piihan sekolah swasta.

“Pilihan pertama adalah sekolah yang terdekat dengan tempat tinggal siswa, yang kedua tentu sekolah yang lebih jauh lagi. Disdik juga akan mendistribusikan siswa yang belum tertampung pada sekolah negeri yang memungkinkan, tapi itu kembali kepada si anak,” terangnya.

Baca juga : Rumah Kontrakan Terbakar Kerugian 100an Juta

Rai Sujaya menjelaskan, untuk mengantisipasi kisruh, pihaknya berupaya transparan dalam prosesnya PPDB yang bisa diketahui secara daring atau online, misalnya informasi terkait jarak, verifikasi dan validasi. Ia menekankan, pihaknya sejak awal sudah menjelaskan bahwa sekolah negeri tidak mampu menampung seluruh calon siswa lulusan SMP. Bagi yang tidak diterima di sekolah negeri, diarahkan ke sekolah swasta.

Ia mengatakan, jalur zonasi merupakan upaya pemetaan untuk pemerataan akses dan mutu pendidikan, sesuai imbauan Presiden RI untuk membangun Indonesia dari pinggiran. Kata dia, pemerataan pendidikan ini juga menjadi tantangan baru bagi guru, dimana kemampuan guru dituntut harus mampu menentukan metode ajar mengingat akan ada beragam potensi siswa dalam satu kelas.

“Kami berupaya transparan, tidak ada rekayasa agar masyarakat nyaman mengikuti sistem zonasi. Ini upaya pemerataan, jadi selanjutnya dapat diketahui daerah mana yang kekurangan sekolah, sehingga akan dibangun sekolah,” terangnya seraya berharap upaya pemerintah ini dapat didukung masyarakat demi terwujudnya situasi PPDB yang kondusif.

Rumah Kontrakan Terbakar Kerugian 100an Juta

Rumah Kontrakan Terbakar Kerugian 100an Juta

Fkossmpkotabali.web.idRumah milik seorang pria Bali bernama Dewa Made Wijana (46) terbakar, sementara pemiliknya bernegosiasi di pasar. Tidak ada kematian dalam insiden kebakaran ini. Hanya pemiliknya yang menderita kerugian puluhan juta dan dua mobil.

Keterangan saksi Dewa Yoga (14 tahun), beralamat sama, saat melintas di depan rumah korban di jalan Anjani lingkungan Karang Lelede, pihaknya melihat ada kepulan asap. Asap disertai api pada bagian belakang mobil Artop dekat gudang penyimpanan barang dagangan. Yakni berupa snack makanan rin, galon air, soft drink, tabung LPG 3 kg milik korban.

“Saya langsung cari yang punya rumah karena dia lagi berjualan di pasar Karangjasi,” tutur Dewa Yoga.

Mendapat informasi ada kebakaran, Dewa Wijana bergegas pulang, melihat gudangnya sudah dalam keadaan hangus. Dibantu warga, api dipadamkan dengan alat seadanya. Namun api terus membesar dan merambah bagian rumah. Tak berapa lama 5 unit mobil Pemadam kebakaran Kota Mataram, dibantu 1 unit water canon Sabhara Polda NTB melakukan pemadaman. Api baru bisa dipadamkan sekitar 1,5 jam kemudian.

“Api cepat membesar karena di dalam gudang terdapat banyak kardus, plastik, dan tabung LPG 3 kilo,” ujar Iptu Gusti Lanang Mahardika SH, Kanit Reskrim SPKT Polsek Cakranegara, di lokasi kebakaran.

Adapun barang yang terbakar 1 unit mobil L300 warna hitam dan 1 unit mobil. Hingga kini penyebab kebakaran masih dalam penyidikan. Rumah semi permanen yang terletak di Jalan Pulau Alor nomor 73 Denpasar adalah milik Made Suwita yang dikontrak Nuning Indah Kristanto (42) selama setahun sebesar Rp 37 juta. Data yang dihimpun di lapangan, sekitar pukul 09.00 Wita, Nuning sedang mandi dan mendengar suara letupan dari lantai 2. Ia pun menyuruh pembantunya Marlin (40) naik ke lantai dua untuk mengecek.

Setelah dicek, sang pembantu langsung berteriak ada kebakaran di lantai 2. Karuan saja, Nuning keluar rumah bersama cucu dan anaknya. “Saksi pembantu melihat ada asap di kamar. Kasur dan lemari sudah terbakar,” ujar sumber di lapangan.

Baca juga : Bali Rayakan Hari Bung Karno

Sementara itu, dalam keterangan menantu korban yakni Gede Bento (25), saksi mengaku sekitar pukul 09.00 Wita sembahyang di lantai 2, dan selesai sembahyang mematikan dupa.

Selanjutnya, saksi turun ke bawah. Tiba-tiba saksi yang berada di lantai bawah mendengar suara letupan dilantai 2. “Setelah dicek terjadi kebakaran dan api sudah besar sehingga saksi tidak bisa menyelamatkan barang-barang miliknya dilantai 2,” ujar sumber.

Sedikitnya 5 unit armada Pemadam Kebakaran BPBD Kota Denpasar menjinakkan si jago merah yang akhirnya padam sekitar pukul 10.15 Wita. Dalam kejadian itu kobaran api menghanguskan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi di lantai 2.

Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. “Tidak ada korban jiwa dan korban luka dalam kejadian kebakaran tersebut. Penyebab kebakaran masih diselidiki,” ungkap Kasubag Humas Polresta Denpasar Iptu Wayan Karnada.

Bali Rayakan Hari Bung Karno

Bali Rayakan Hari Bung Karno

Fkossmpkotabali.web.id – Peringatan 1 Juni sebagai hari ulang tahun Pancasila dan bulan Bung Karno dirayakan oleh Pemerintah Provinsi Bali (Pemprov) di Ardha Chandra Taman Budaya, Sabtu (6/6/2019) malam berikutnya.

Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan, pelaksanaan Bulan Bung Karno memiliki lima tujuan utama, diantaranya mengarusutamakan Pancasila dalam kehidupan masyarakat Bali dalam berbangsa dan bernegara. Kedua, meningkatkan pemahaman masyarakat Bali tentang sejarah, filosofi dan nilai-nilai Pancasila; dan memperkokoh inklusi sosial di tengah kontestasi nilai (ideologi) dan kepentingan yang mengarah kepada menguatnya kecenderungan politisasi identitas. Selanjutnya juga sebagai upaya membangkitkan dan memelihara memori kolektif masyarakat Bali tentang ketokohan dan keteladanan Ir Soekarno sebagai penggali Pancasila dan Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia. Terakhir, guna memperkuat institusionalisasi nilai-nilai Pancasila sesuai dengan kearifan lokal masyarakat Bali.

“Pada Bulan Juni ada tiga peristiwa historis yang sangat penting bagi Bangsa Indonesia dan semuanya berhubungan dengan Bung Karno. Pada 1 Juni kita akan memperingati Hari Lahir Pancasila, pada 6 Juni memperingati Hari Lahir Bung Karno, dan pada 21 Juni memperingati Hari Wafat Bung Karno,” kata Gubernur Koster.

Hari Lahir Pancasila, lanjutnya, merujuk kepada pidato Bung Karno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) pada 1 Juni 1945. Dalam sidang yang berlangsung sejak 29 Mei 1945 itu, para tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia memperbincangkan sejumlah hal penting, termasuk rumusan dasar negara. Diskusi tentang dasar negara itu tidak menemukan titik terang sampai kemudian tiba giliran Bung Karno untuk berpidato. Bung Karno, yang saat itu baru berusia 44 tahun, berpidato tanpa menggunakan teks. Dalam pidatonya itulah Bung Karno mengajukan rumusan dasar negara yang disebutnya sebagai Pancasila. Seluruh peserta sidang menerima rumusan itu secara aklamasi dan pidato itu kemudian dibukukan oleh BPUPKI dan diberi judul Lahirnya Pancasila oleh mantan Ketua BPUPKI, KRT, Radjiman Wedyodiningrat. Pancasila sendiri ditetapkan oleh BPUPKI sebagai Dasar Negara Republik Indonesia sehari setelah Proklamasi Kemerdekaan.

Baca juga : The ONE Legian kembali meraih Penghargaan

“Perjalanan hidup Bung Karno bisa menjadi teladan bagi anak-anak muda ini untuk berani menginisiasi perubahan sosial yang positif dan progresif. Bung Karno itu berani luar biasa, dalam usia muda sudah berani melawan penjajahan sampai kemudian ditangkap, dipenjara, dan diasingkan. Tapi semua itu tidak pernah menyurutkan niatnya untuk melihat bangsanya merdeka,” papar eks anggota DPR RI itu.

“Kalau generasi milenial kita bisa meneladani keberanian, kecerdasan dan semangat kebangsaan Bung Karno, maka yakinlah bahwa Indonesia akan menjadi bangsa dan negara yang besar,” imbuhnya.

Peringatan Hari Lahir Pancasila dan Bulan Bung Karno ini mengambil tema Gerakan Kekuatan Pancasila (The Movement of Pancasila Power). Tema tersebut diterjemahkan ke dalam oratorium kolosal dan teatrikalisasi puisi Aku Melihat Indonesia, yang merupakan sajak karya Bung Karno. Pagelaran Oratorium ini akan disaksikan masyarakat lintas agama, Bandesa Adat, Kepala Desa/Lurah, pelajar/mahasiswa, seniman, tokoh masyarakat, pejabat pemerintah Provinsi/Kabupaten/Kota, dan wakil rakyat.

Bulan Bung Karno yang berlangsung sebulan penuh mulai 1 Juni ini merupakan perayaan Bulan Bung Karno berskala besar pertama di Bali.

Selain diisi dengan berbagai lomba yang melibatkan pelajar dan anak muda, Bulan Bung Karno juga menampilkan sejumlah pementasan kesenian, termasuk pemanggungan naskah drama yang ditulis oleh Bung Karno. Bulan Bung Karno akan diawali dengan Peringatan 74 Tahun Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 2019 di panggung terbuka Ardha Chandra. Selain itu, Bulan Bung Karno juga akan diisi dengan ramah-tamah Lintas Agama pada 6 Juni 2019 untuk memperingati 118 tahun Hari Lahir Bung Karno, pemutaran film dokumenter, lomba cerdas cermat, dan Pidato Bung Karno pada 21 Juni 2019 untuk mengenang 49 tahun Hari Wafat Bung Karno. Sebagai penutup rangkaian acara Bulan Bung Karno pada 30 Juni 2019 akan dipentaskan teater kontemporer berdasarkan naskah drama yang ditulis Bung Karno. Bung Karno memang sempat menulis sejumlah naskah drama dan bahkan mendirikan sebuah grup teater selama masa pengasingannya di Ende, NTT pada awal 1930-an.

“Yang akan kami pentaskan adalah naskah karya Bung Karno yang berjudul Koetkoetbi. Di permukaan, Koetkoetbi tampak sebagai cerita dendam-asmara, tapi substansinya adalah tentang betapa hidup akan menjadi indah saat kita berani melupakan dendam,” ujar Putu Satria, tokoh teater Bali Utara yang menyutradarai pementasan tersebut. Koetkoetbi akan dipentaskan dengan menggunakan teknik-teknik pemanggungan drama gong gaya Buleleng.

“Drama gong gaya Buleleng memiliki kedekatan dengan seni drama modern karena akting dan pemanggungannya yang cenderung realis. Drama Gong gaya Buleleng lahir dari interaksi dengan teater jaman kolonial, yaitu stambul dan tonil, sedangkan drama gong Bali Selatan berkembang dari sendratari,” jelasnya.

The ONE Legian kembali meraih Penghargaan

The ONE Legian kembali meraih Penghargaan

Fkossmpkotabali.web.id – Setelah berhasil memenangkan Bali Tourism Awards dua kali, pada tahun 2019, ONE Legian menang sekali lagi dan mempertahankan gelar “Bali Leading Lifestyle Hotel” di gala dinner yang diadakan pada Senin (27/5/2019) oleh Yayasan Penghargaan Perjalanan & Pariwisata Indonesia. (ITTA), di Trans Resort Bali, Seminyak.

ITTA merupakan organisasi non-pemerintah yang didirikan pada tahun 2010, yang bertujuan untuk pertumbuhan dan perkembangan pariwisata Indonesia yang lebih baik. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap kerja keras para pelaku industri pariwisata yang telah berupaya mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan. (25%), penilaian Independent Board of Advisor (50%), dan penilaian akhir oleh Binus Business School sebagai penelitian (25%) sebelum pemenang diumumkan. Penghargaan ini langsung diberikan oleh President ITTA Foundation, Mr Benny Nainggolan dan diterima oleh Eka Pertama selaku General Manager The ONE Legian dalam Gala Award Night.

“Kami merasa bangga The ONE Legian untuk ketiga kalinya meraih Bali Leading Lifestyle Hotel. Ini akan menjadi hadiah istimewa di usia delapan tahun dan penyemangat seluruh pihak yang telah secara kontinyu menjaga komitmen dari kualitas yang diberikan oleh The ONE Legian,” jelas Eka Pertama.

Baca juga : Hanya Suci Wiyantara Harapan Jembrana

Eka menambahkan, ini juga akan menjadi PR penting bagi The ONE Legian agar selalu bisa melihat kesempatan, perubahan tren dan keinginan market sehingga selalu bisa berinovasi pada produk dan pelayanan. The ONE Legian Hotel memiliki 301 kamar dengan desain modern minimalis yang memberikan kenyamanan luar biasa bagi para tamu. Terletak di lokasi yang fantastis di jantung area Legian, The ONE Legian dilengkapi dengan fasilitas lengkap seperti kolam renang, restoran, spa dan gym. Hotel bintang 4 ini adalah pilihan yang sempurna untuk para wisatawan yang mencari pengalaman Bali yang menyenangkan dan tak terlupakan. Kunjungi websitenya di www.theonelegian.com untuk informasi terkini mengenai promosi dan penawaran khusus dari The ONE Legian.

Hanya Suci Wiyantara Harapan Jembrana

Hanya Suci Wiyantara Harapan Jembrana

Fkossmpkotabali.web.idHarapan warga Jembrana kali ini hanya pada Suci Wiyantara yang akan memimpin warga Jembrana. kali ini fkossmpkotabali.web.id sangat tertarik membahas ulasan berita penting dibawah ini. Berikut ulasan lengkapnya dibawah ini.

Siapakah tokoh AKBP I Nyoman Suci Wiyantara, MM bersara sebelum akhir perkhidmatan sebagai polisi aktif. Dia berazam sekali lagi untuk terjun ke dunia politik semasa menanam. Ternyata mantan Kasubdit Intel Bidang Ekonomi Polda Bali ini kepincut merapat ke partai besutan Tommy Soeharto, dikabarkan sebagai partai naungan para jendral.Dipilih jadi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya Jembrana, tokoh asal Dusun Badingkayu ini diperkirakan mampu melaju ke tingkat provinsi sebagai perwakilan Jembrana. Sikapnya yang tegas dan keritis terhadap perkembangan kemajuan Jembrana menjadi harapan baru bagi masyarakat.

“Saya kembali ke kampung halaman sebagai petani. Masyarakat kecil yang berjuang untuk bisa menyuarakan aspirasi di tingkat provinsi atau nasional. Dengan harapan bisa merubah Jembrana lebih maju,” ucapnya ditemui belum lama ini.

Dunia politik bagi sosok pernah menjabat Kepala Bagian Oprasional (Kabag OPS) Polres Buleleng ini bukan suatu yang baru. Selama berdinas sebagai polisi, tentu segudang perjalanan pahit sudah didapat. Sikap disiplin tidak perlu diragukan, apalagi terkait analisis kasus, jelas sudah terbiasa dijalani.

“36 tahun saya mengabdi di luar tanah kelahiran. Atas ijin Tuhan (sesuunan) dan keluarga besar, saya kembali ingin berjuaang untuk daerah sendiri. Jembrana perlu langkah progresif, berani dan tepat,” tuturnya.

Baca juga : Suara Terbanyak Untuk Jokowi Di TPS 042

Sementara I Ketut Sadwi Darmawan tokoh mumpuni asal Desa Asahduren merupakan anggota dewan dari Fraksi Gerindra dihubungi mengatakan, dimungkinkan untuk wakil provinsi suara pemilih daerah timur lebih dominan berlabuh ke sosok Suci Wiyantara. Ucapan ini dikatakan bukan hisapan jempol lantaran tokoh digadangkan ini diketahui mempunyai ikatan emosional cukup kuat dengan warga tempat kelahiran.

“Kita tahu jumlah pemilih serta tradisi pemilih di wilayah Jembrana timur, mereka satu suara (suryak siu). Belum lagi suara pemilih Desa Asahduren, ada hubungan history dengan Dusun Badingkayu, ini juga harus diwaspadai,” jelasnya.

Ditambahkan Sadwi yang kini kembali maju sebagai legislator di tingkat kabupaten tidak merasa cemas. Pihaknya mengaku sudah ada pendekatan secara internal untuk mengamankan suara. Terlebih ketokohan dirinya dari Partai Gerindra Jembrana diakui selama ini sudah mendapat tempat di hati masyarakat dan tidak ada cacat.

Suara Terbanyak Untuk Jokowi Di TPS 042

Suara Terbanyak Untuk Jokowi Di TPS 042

Fkossmpkotabali.web.id – Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) 042 di Banjokan, Robokan, Desa Padangsambian, Kaja, Denpasar Barat, Nyoman Miana mengatakan bahwa proses pemungutan suara di tempat pemungutan suara 042 berjalan dengan lancar. Buka, mulai jam 7:00 pagi, dimulai dengan sumpah dan janji semua petugas, terus membuka guci dan menghitung tim.

Dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) di TPS 042 berjulah 286, untuk surat suaranya sebanyak 286 ditambah dua persen yaitu 292, adapun Daftar Pemilih Khusus (DPK) hanya sekitar 3-4 orang tidak banyak. “Selama pelaksanaan pokervaganza dari pagi berjalan lancar tidak kurang suatu apapun,” ujar Miana, ditemui di lokasi, Rabu, 17 April 2019. Menurutnya, sebelum dilakukan pemungutam suara pihaknya telah memberikan paparan kepada masyarakat tata cara pencoblosan. “Mengacu pada pendaftaran untuk pemunggutan suara bahwa pendaftaran pemilih mulai dari jam 07.00 sampai jam 01.00 kalau sudah lewat dari jam 1 kami tidak layanani,” jelasnya.

Baca juga : Jokowi Menang Telak Pada Saat Pemilihan Di Bali

Sebenarnya di banjar robokan terdiri dari 7 TPS, 3 bertempat di banjar robokan dan 4 bertempat di sekolah Tunas Daud. “Kami baru merasakan pemilihan presiden dan legislatif dijadikan satu, kami masih merasakan belum bisa berkomentar, Saya yakin yang legislatornya sudah mempertibangkan dan kami tingal melakasanakannya.” Jelasnya. Dari pantauan antusias masyarakat yang ingin memberikan hak suaranya sangat luar biasa. Karena TPS 042 berdampingan dengan TPS 017 dan 018 jadi kelihatan ramai dan TPS di padati oleh warga yang sudah terdata di DPT maupun warga yang menggunakan jalu DPK turut berbondong-bondong memenuhi Banjar Robokan.

Menariknya, beberapa DPT yang tiap tahunnya mendapatkan pangilan untuk mencoblos, tahun ini tidak mendapatkan pangilan dari KPPS. Salah satunya Musdalifah, dirinya mengaku baru tahun ini tidak memdapatkan panggilan untuk melakukan pencoblosan. Karena sudah biasa dan tiap tahunnya nyoblos di Banjar Robokan makanya datang langsung ke TPS.

“Baru tahun ini saya sekeluarga tidak mendapat pangilan untuk melakukan pencoblisan, jadi tadi langsung datang ke Banjar karena tiap tahunnya saya melakukan pencbolsan disini. Tadi sempat was was takut nggak dapet kertas suara. Tetapi akhirnya dapat. Kedepan saya berharap KPU lebih gencar melakukan sosialisasi dan pendataan,” harapnya.

Dari hasil perhitungan suara, khusus untuk pemilihan Oresiden. Di Denpasar Barat TPS 043 adalah 164 suara untuk 01 dan 12 suara untuk 02. Surat suara tidak sah di ketahui ada satu suara.

Dibagikan: 261

Jokowi Menang Telak Pada Saat Pemilihan Di Bali

Jokowi Menang Telak Pada Saat Pemilihan Di Bali

Fkossmpkotabali.web.id – Sekretaris IGN PDIP Bali Jaya Negara, ketika ia bertemu di kantor PDIP Bali, Kamis (18/4), mengatakan total suara untuk pemilihan presiden tidak 100 persen. Hasil sementara Jokowi memenangkan lebih dari 90 persen. Ini karena beberapa kabupaten, terutama kota Denpasar, telah menang mutlak. Tujuan awal di Jokowi memenangkan 85 persen. Tetapi hasil Jokowi menang lebih dari 90 persen.

Dari suara yang masuk, Jokowi hampir dipastikan tetap di atas 90 persen. Sebab beberapa kabupaten yang sudah masuk semuanya Jokowi menang mutlak. Di beberapa kabupaten yang belum masuk banyak juga suara Jokowi tetap naik signifikan. Jadi kami pastikan jika perolehan suara Jokowi di Bali tidak bisa kurang dari 90 persen dan bisa meningkat hingga 93 persen,” ujarnya. Sementara pengamat politik dari Universitas Nasional (Udiknas) Denpasar DR Nyoman Subanda menegaskan, kenaikan suara Jokowi di Bali yang melebih target sangat masuk akal. Kenaikan itu lebih kepada personality Jokowi.

“Begini, kalau dulu orang masih tidak tahu Jokowi itu siapa dan kayak apa. Dulu sama-sama posisi Jokowi dan Prabowo kalau dulu hampir sama sama-sama baru. Kedua, orang masih melihat figur Prabowo itu orang tegas, dengan fenomena masyarakat yang relatif demokratis. Yang ada di otak figure Prabowo dianggap alternatif yang bagus, untuk ke depan,” ujarnya.

Pada tahun 2014 lalu Jokowi waktu itu baru menjadi Gubernur DKI dan belum selesai. Sebetulnya orang masih membandingkan Prabowo dengan Jokowi karena faktor partai juga masih ada masih imbang saat itu. Sementara sekarang khusus untuk masyarakat Bali sudah berbeda. Bali itu pada dasarnya adalah kalau milih partai-partai yang alirannya nasionalisme bukan agama Islam. Sekarang agak mengkotak Jokowi itu adalah figur yang menggambarkan nasionalisme. Selama ini Jokowi itu sudah cukup bagus di mata masyarakat khususnya di masyarakat Bali walaupun pembangunan yang khusus bagi Bali tidak ada yang benar-benar secara fisik tapi masyarakat Bali sudah melihat yang pertama adalah nasionalisme dan kesederhanaan. Beberapa cerita Jokowi itu positif di mata masyarakat termasuk masyarakat Bali.

Baca juga : Taman Safari Bali

“Jadi ada prestasi, ada keberpihakan Jokowi kepada masyarakat yang dibangun Jokowi di masyarakat di mata internasional sampai ke Bali. Sekarang tergantung siapa yang ada di balik Prabowo, munculnya demo itu berpengaruh dan terkonstruksi di masyarakat Bali,” ujarnya.

Ia menyebut bahwa kemenangan mutlak Jokowi di Bali memberikan pengaruhnya bagi masyarakat Bali yang heterogen yang menginginkan kondusifitas antara yang multikultural dengan yang lainnya. Sehingga kalau ada politik identitas itu memuat pekerjaan keagamaan bisa menguatkan identitas keagamaan dan akhirnya juga nanti dianggap akan membawa perubahan kepada NKRI dari segala macam replikasi oleh kubu Prabowo sehingga banyak orang akhirnya memilih Jokowi ketimbangan Prabowo.

“Di mana-mana itu sekarang tampaknya atmosfer untuk keinginanuntuk memperjuangkan figur masing-masing itu lebih tinggi daripada yang Pilpres sebelumnya. Walaupun orang yang sama yang berkompetisi tetapi keinginan untuk sama-sama itu juga menyebabkan pilihan masyarakat berubah. Dan Jokowi akhirnya memenangkan pertarungan itu.