Rekomendasi Hotel di Terbaik dengan Harga Miring Bali

Rekomendasi Hotel di Terbaik dengan Harga Miring di Bali

Rekomendasi Hotel di Terbaik dengan Harga Miring Bali – Bali merupakan tempat wisata sejuta umat, Bali tidak hanya memiliki pantgai-pantai menarik. Terdapat banyak hotel-hotel Bali yang tidak kalah menarik dengan wisatanya. Dan khusus untuk temen Bocan yang mau honeymoon ke Bali, dan buat Boboers yang lagi cari cara liburan ke Bali tanpa sesal karena tabungan abis sia-sia, nih Bocan kasih tau hotel budget yang ramah dompet dan engga kalah soal service, kenyamanan dan lokasi.

The One Legian

15309278_x
Berlokasi di Legian, pusatnya kehidupan malam di Bali, The One Legian Hotel hadir dengan konsep trendy yang cerah. Seru banget buat Boboers yang berjiwa muda dan hoby ngelayab :p. Ratenya ramah banget nih sama Boboers yang on budget, sekitar IDR 500.000’an sudah bisa bobo cantik di sini.
Fasilitas kolam renang, sky pool, resto, sampai meeting room tersedia di hotel ini. Pelayanannya juga memuaskan loh, dari review di Tripadvisor rata-rata tambu yang bermalam disini puas sama servicenya.
Dengan harga yang sangat bersahabat jangan terlalu berharap kamar luas ya yang penting nyaman, bersih dan hangat.

PrimeBiz Kuta

462328_16011109390039014460
Primebiz Kuta hotel ini juga salah satu hotel budget yang strategis di Bali loh. Lokasinya di Kuta dan dekat dari bandara dan tempat hiburan di Kuta. Fasilitas kolam renang, resto dan fitness center menambah kenyamanan Bboboers yang menginap disini. Ratenya mulai dari IDR 350.000’an ajaa!
Soal service dan kebersihan, hotel ini pun tidak mengecewakan loh! Hampir semua tamu yang menginap merasa puas dengan fasilitas dan pelayanannya.

Maxone Hotel Ubud

74399b34_z
MaxOne hotel grup udah terkenal sebagai otel budget berkualitas. Selain punya hotel di Kuta, Jimbaran, Seminyak dan Legian, kini MaxOne juga menambah satu hoetl lagi di wilayah Ubud yang tenang. Skypool yang cantik sudah menjadi trademark dari hotel ini, sambil berenang Boboers bisa menikmati senja yang tenang dari kolam renangnya.
Rate pemalam di MaxOne Hotel Ubud ini mulai dari IDR 450.000. Fasilitas dan pelayanannya oke punya dong, apalagi lokasi hotelnya yang dekat dari tempat wisata di Ubud seperti Monkey Forest, Pura Dalem Agung Padangtegal, dan Arma Musuem.

808 Residence

808 Residence Bali
808 Residence ini memiliki 5 type kamar, mulai dari standar room, deluxe room, apartment room, deluxe with balcony, dan family room. Rate permalamnya mulai dari IDR 750.000’an, tapi ada diskon khusus untuk Boboers yang walk in booking. Lokasi apartemen ini juga sangat dekat dengan Eco Beach dan Old’s Man salah satu bar pling hits di Canggu.
Kamar tidur luas dan nyaman lengkap dengan sofa, kulkas, meja dan kursi kerja, dan TV. Furniture di dalam kamar menggunakan bahan kayu yang terlihat vintage dan natural, kamarnya seperti menggabungkan konsep modern yang clean dan namun disisipi sentuhan artistik yang tradisional. Beberapa bagian dindingnya juga sengaja didesign unfinished untuk memberi kesan kokoh. Apartemen uni sangat cocok bagi Boboers pecinta Yoga, karena disini juga terdapat pula space khusus untuk Boboers yang ingin melakukan Yoga. Tapi kalau ingin Yoga lebih seru, bisa banget! Tinggal nyebrang ke depan Apartemen, di situ ada tempat Yoga yang hits namanya ‘Serenity Yoga’.

Marinos Places

dsc02960
Kalau Boboers butuh tempat bobo cantik dengan kamar besar, serta punya lokasi strategis tapi harganya sangat bersahabat dengan dompet :p, Marinos Place jawabannya! Guest house ini terletak di Jl. Batu Pageh No.3, Legian. Sangat gampang untuk kelayaban di tengah kota Bali. Marinos Place berjarak cuma 1KM dari pantai Kuta. Tapi yang bikin cinta banget sama tempat ini adalah harganya yang ramah kantong. Rate permalamnya mulai dari IDR 300.000’an.
Walau harganya terjangkau, tapi Marinos Places memberikan semua fasilitas untuk kenyamanan Boboers. Mulai dari kolam renang, peminjaman dvd gratis (klasik ya :P), tv, kulkas dan AC. Kamarnya beneran luas lengkap dengan living room dan dapur (khusus kamar tertenu yang punya dapur). Bangunan Marinos Place ini dicat warna warni dengan nuansa cerah yang artistik. Di sepanjang dindingnya juga dihias dengan berbagai lukisan yang nyeni.

Noah Villa and Chapel

noah-villa-and-chapel
Ingin melangsungkan pernikahan private, nuansa cantik dan mewah, tapi harganya engga bikin kere mendadak? Noah Villa and Chapel bisa menjadi pilihan tepat!
Villa yang memiliki perahu iconic ini memiliki 3 villa yang bisa disewa untuk private wedding. Di bangunan utamanya berfungsi sebagai kamar utama pengantin dan 2 kamar orang tua, ruang makan, kolam renang, chapel + lounge yang bisa di gunakan untuk pool party di malam hari. Di sebrang villa utamanya terdapat pula 10 villa dengan private pool yang bisa Boboers sewa sebagai akomodasi.

Paradise Loft Villa

paredise loft villas
Hal pertama yang bikin Bocan jatuh cinta dari Paradise Loft Villa adalah, pemandangan private pool yang ditawarkan, terlihat benar-benar manis. Apalagi untuk Boboers yang mau honeymoon Kamar tidur luas, dengan nuansa putih dan krem yang hangat dan mewah. Apalagi kalau Boboers upgrade agar kamar di set untuk honeymoon, uhh tambah romantis deh

The Evitel Resort Ubud

ce0758f9a81a22de7aa36d71b654c738
Hotel yang terletak di jantung Ubud ini punya rate yang cantik engga kalah sama panorama alam di sekitarnya. Skypool yang menghadap ke persawahan yang hijau bikin hotel ini engga cuma romantis tapi juga adem dan tenang. Ratenya cuma IDR 500.000’an aja!
Engga cuma dari kolam renang aja nikmatin sawahnya, dari dalam kamarpu Boboers bisa nikmatin pemandangan seger ini. Pelayanan dan fasilitasnya juga oke punya nih, sebagia besar tamu yang sudah pernah bobocantik disini puas sama pengalaman mereka menginap di Evitel Resort Ubud.

Rekomendasi-Pasar-Malam-Di-Bali-Yang-Terbaik-Untuk-Honeymoon-Bersama-Pasangan

Rekomendasi Pasar Malam Di Bali Yang Terbaik Untuk Honeymoon Bersama Pasangan

fkossmpkotabali – Di Bali ada beberapa pasar malam yang banyak menawarkan penawaran makanan dan belanjaan yang sangat unik. Dan tempat pasar malam tersebut anda dapat merasakan sensasi keromantisan yang tidak boleh anda lewatkan.

Pasar malam di Bali yang telah menjadi pasar malam terbaik yang harus Anda dan pasangan kunjungi saat mengambil paket honeymoon Bali.

Beberapa pasar malam ini dapat menjadi rekomendasi sebagai tempat honeymoon di Bali bagi pasangan yang ingin merasakan bulan madu unik.

Pasar Malam Sanur (Pasar Malam Sindhu)

 

Pasar Sindu atau yang sering disebut dengan ‘Sindhu’ juga disebut sebagai ‘Pasar Tradisional Desa’ merupakan pasar yang segar di kawasan Desa Sanur. Letaknya berada di dekat ujung utara Jalan Danau Tambling, Sanur.

Meskipun disebut dengan pasar tradisional tetapi kenyataannya, Pasar Sindhu adalah pasar yang bersih dan modern.

Terlepas dari Pasar Sindhu yang disebut dengan pasar modern, aspek tradisional masih diusungnya, seperti tawar-menawar secara langsung antara penjual dan pembeli. Jelang sore hari, tempat parkir di Pasar Sindhu telah berubah menjadi Pasar Malam Sanur (Pasar Malam Sindhu).

Menjelang pukul 18.00 gerai makanan dan gerobak lokal masuk, untuk menjajakan hidangan local mulai dari sate kambing, bakso, hingga nasi goreng. Semuanya dengan harga yang terjangkau. Harga satu porsi (10 tusuk sate) dengan nasi kukus mulai dari Rp 20.000.

Ini cocok sekali untuk Anda dan pasangan sebagai tempat honeymoon di Bali bagi yang pecinta kuliner namun ingin tetap menyesuaikan budget honeymoon-nya.

Pasar Malam Gianyar

Pasar-Malam-Gianyar

Pasar Malam Gianyar merupakan salah satu lokasi menarik untuk dikunjungi dan disinggahi setiap kali Anda mengambil paket honeymoon Bali. Kabupaten Gianyar terletak sekitar 10km ke arah tenggara dari pusat utama Ubud.

Di sini, Anda dan pasangan dapat menyicipi berbagai macam makanan ringan tradisional yang dibuka di kedai, bahkan tenda, di sepanjang jalur utama kota Jalan Ngurah Rai.

Anda akan menikmati pemandangan kota mini yang cemerlang dengan banyak lampu neon yang berkedip-kedip saat matahari terbenam. Sungguh suasana bulan madu yang menyenangkan bukan?

Anda tidak akan kecewa bila mengambil paket honeymoon Bali dan mengunjungi Pasar Malam Gianyar ini. Ada makanan khas bernama nasi jingo atau nasi mini dengan variasi cabai ayam dengan sambal yang sangat pedas.

Makanan berat yang ada di Pasar Gianyar mulai dari Rp 25.000 per porsi dan untuk makanan ringan dari harga Rp 5.000.

Baca Juga :Review Kunjungan Wisata ke The Keranjang Bali

Pasar Taman Sari

 

Pasar Taman Sari merupakan salah satu dari beberapa pasar malam lokal yang dapat ditemukan di sekitar kawasan Seminyak. Biasanya, Seminyak terkenal dengan adanya butik mewah dan tempat makan kelas dunia.

Namun, dibukanya pasar lokal ini menjadi persinggahan ideal bagi pasangan yang mencari makanan dengan harga murah dan akses yang mudah dijangkau dari vila dan resor di wilayah ini.

Anda dan pasangan yang sudah merencanakan bulan madu dengan paket honeymoon Bali jangan sampai melewatkan datang ke Pasar Taman Sari ini.

Pasar Malam Kereneng

Pasar-Malam-Kereneng

Pasar Malam yang bernama Pasar Kereneng dan Pasar Asoka sulit dibedakan karena kedekatan jaraknya satu sama lain. Namun, biasanya sering disebut hanya sebagai Pasar Kereneng.

Kedua pasar tersebut termasuk pasar tradisional terbesar di Kota Denpasar setelah pasar Badung, jaraknya hanya 1,8km ke barat.

Barang yang populer di sini adalah kain batik, peralatan dapur tradisional, alat pertanian, sampai dengan makanan tradisional.

Pasar Badung dan Pasar Kumbasari

 

Pasar tradisional utama dan terbesar di Pulau Bali ini adalah Pasar Badung dan Pasar Seni Kumbasari yang tepat berada di sebrang Sungai Badung.

Pasar Badung adalah tempat penduduk setempat dari segala penjuru menawarkan barang dagangan mereka yang terdiri dari buah-buahan, daging, dan sembako.

Sementara, Pasar Kumbasari menyimpan banyak pilihan kain batik dan lukisan seni kontemporer untuk dijadikan cinderamata. Anda dan pasangan yang ingin membeli cinderamata disarankan untuk berkunjung ke pasar Kumbasari ini.

Review-Kunjungan-Wisata-ke-The-Keranjang-Bali

Review Kunjungan Wisata ke The Keranjang Bali

fkossmpkotabali – Kalau ke Bali, biasanya ke mana nih kamu beli oleh-olehnya? Coba kami tebak, kalau nggak ke Joger pasti ke Krisna kan? Selain karena lengkap, dua tempat itu juga lokasinya berdekatan dengan bandara Ngurah Rai, Bali. Faktor pilihan yang lengkap dan lokasi yang strategis ini jadi andalan kedua pusat souvenir dan oleh-oleh tersebut hingga eksis sampai sekarang.

The-keranjang-bali

Namun tampaknya keduanya harus waspada. Bakal ada saingan baru dalam urusan menyediakan spot belanja oleh-oleh dan souvenir di Bali. Namanya The Keranjang Bali. Bangunannya epik banget, berbentuk keranjang belanjaan. Lokasinya strategis banget di Kuta. Ditambah banyak spot foto hits yang disediakan di dalamnya. Wah mau tahu kan ‘dalemannya’ The Keranjang Bali yang satu ini. kasinya sangat strategis di pusat turisme Bali. Wah Krisna sama Joger bakal dapat saingan berat nih

Pusat oleh-oleh sekaligus tempat wisata ini baru saja dibuka di Bali pada akhir Mei. Anto Hoed dan Melly Goeslaw salah satu investornya lho. Melly Goeslaw berharap ‘The Keranjang Bali’ bisa jadi pilihan baru untuk wisata di Bali.

Bali dalam satu keranjang adalah konsep utama dari The Keranjang Bali. Jadi nggak cuma bisa belanja oleh-oleh aja, kamu juga sekaligus bisa berwisata di sana. Wisatawan dapat menikmati pengalaman belanja berbeda dan terlengkap di Bali karena di sana ada edukasi, hiburan, teknologi, dan budaya jadi satu

Nggak cuma ke Krisna atau Joger, kamu juga bisa belanja di sini. Belanja baju, makanan, souvenir, lukisan hingga beragam kerajinan kayu. Tempatnya cukup luas dan bikin nyaman buat belanja

Baca Juga :5 Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

Meski baru sekitar sebulan beroperasi, namun The Keranjang Bali sudah ramai dikunjungi oleh wisatawan. Bentar lagi bakalan rame banget sih. Sudah bangunannya aneh (bentuk keranjang), konsepnya pun unik karena memadukan pusat oleh-oleh dengan tempat wisata. Keren banget sih idenya!

tourist

Nggak cuma turis domestik, turis asing pun banyak yang berkunjung ke The Keranjang Bali. Jadi tempat wisata baru nih

Di lantai paling atas ada tempat wisata baru bernama Kampung Langit, wisata sky park terluas pertama di Pulau Dewata. Di sana bakal bisa kamu temukan spot foto instagramable dan juga instalasi seni yang memukau. Bakalan betah deh di sana. Abis belanja langsung aja cuss ke Kampung Langit

Kalau lagi di Bali dan nyari oleh-oleh sekaligus cari spot foto cantik, yuk mampir aja ke The Keranjang Bali. Tempat ini bakalan jadi tempat populer dalam waktu dekat nih.

5-Wisata-di-Bali-yang-Wajib-Dikunjungi

5 Wisata di Bali yang Wajib Dikunjungi

fkossmpkotabali – Pulau Bali adalah salah primadona pariwisata Indonesia yang terletak di sebelah timur Pulau Jawa yang sudah terkenal di seantero dunia. Selain dikenal dengan pesona baharinya, Bali juga terkenal dengan aneka kesenian dan kebudayaan unik yang masih terus di lestarikan.

Ada banyak sekali objek wisata di Bali yang tak boleh dilewatkan ketika kalian berkunjung ke Pulau Dewata ini, lalu mana saja tempat yang wajib kalian kunjungi? simak ulasan berikut :

1. Pantai Kuta Bali

Pantai-Kuta-bali

Pantai Kuta adalah objek wisata di Bali yang paling terkenal dan paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, karena selain lokasinya yang memang sangat strategis, Pantai Kuta juga menawarkan keindahan pantai yang sangat indah, biayanyapun sangat murah, dan yang pasti ombaknya cocok untuk para peselancar pemula. Pantai Kuta juga terkenal dengan sunsetnya yang terkenal sangat indah.

Konon ceritanya, sebelum menjadi tempat wisata seterkenal ini, Pantai Kuta merupakan sebuah pelabuhan besar, tempat berpusatnya perdagangan di Bali dengan pasir putih dan laut birunya, dilengkapi dengan fasilitas pendukung yang sangat lengkap.

2. The Keranjang Bali

Kawasan wisata The Keranjang Bali hadir sebagai destinasi seru yang wajib Anda kunjungi ketika berlibur di Pulau Bali.

Mengusung konsep yang unik dan pertama di Bali, The Keranjang menawarkan pengalaman liburan baru dengan memadukan edukasi, hiburan, budaya dan teknologi menjadi satu.

Dengan membawa slogan “Bali Dalam Satu Keranjang” Anda dapat menikmati liburan praktis di Bali dengan waktu yang singkat dalam satu tempat

Karena lokasinya yang dekat dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menjadikan The Keranjang Bali objek wisata pilihan terbaik di kawasan Kuta.

Disini Anda dapat menemukan berbagai aktivitas wisata mulai dari berbelanja oleh oleh, menikmati sajian menu khas Bali dan Nusantara. Sampai dengan menyaksikan pertunjukan budaya seperti tari api dari penampilan ASURA di Kampung Langit.

3. Kampung Langit

Kampung-Langit

Terkenal dengan sebutan “The First SkyPark in Bali”, tempat wisata baru yang berlokasi di kawasan Kuta dan masuk daftar wisata Bali wajib kalau lagi liburan di Bali.

Ya, selamat datang di dunia edukasi budaya Bali, Kampung Langit.
Kampung Langit adalah wisata budaya yang menyajikan rangkaian fragmen kehidupan dari masyarakat Bali.

Menjadi tempat wisata baru di Bali yang hits dengan memadukan unsur budaya, teknologi, hiburan dan edukasi dengan disajikan secara artistik serta interaktif.

Pengunjung dibawa menyelami kehidupan khas Bali melalui 4 cara yakni pertunjukan drama tari, parade seni dari warga Kampung Langit, tatanan interior dan aktivitas seperti keterampilan menciptakan karya seni dan permainan anak.

Baca Juga :Adat Bali Yang Berpolitik Eksklusif

4. Pura Tanah Lot

Pura Tanah Lot adalah salah satu tempat wisata di Bali yang terkenal dengan keindahannya, terutama pada saat matahari terbenam. Pura Tanah Lot yang terdiri dari 2 buah pura yang merupakan pura tempat memuja dewa laut.

Keunikan dari Pura Tanah Lot adalah lokasinpura yang berada di atas sebuah batu karang besar di pinggir laut. Pada saat air laut pasang, anda tidak dapat mendekat ke Pura Tanah Lot karena di sekitar batu karang penyangga Pura Tanah Lot akan digenangi air laut, sedangkan Pada saat air surut anda dapat melihat beberapa ular laut jinak yang menurut penduduk setempat merupakan penjaga Pura Tanah Lot. Selain itu, di lokasi ini anda juga dapat memegang ular suci tersebut, karena memang sudah dikenal jinak dan tidak berbahaya.

5. Wisata Alam Ubud Bali

Ubud-Bali
Ubud merupakan sebuah nama desa yang berjarak kurang lebih 40 km dari bandara Denpasar, jika mengendarai mobil maka bisa ditempuh dalam waktu sekitar 1 1/2 jam.
Desa Ubud, merupakan sebuah desa yang sangat kental dengan budaya asli Bali, jadi jika anda ingin mengetahui tentang kebudayaan asli Bali, jangan lupa mengunjungi tempat yang satu ini ya.

Beberapa-Tempat-Wisata-Kuliner-Khas-Bali

Beberapa Tempat Wisata Kuliner Khas Bali

fkossmpkotabali – Wisata kuliner khas Bali sering menjadi salah satu alasan mengapa banyak wisatawan yang berkunjung ke pulau tersebut. Selain untuk melihat objek wisata kenamaan di sana, wisatawan lokal, wisatawan daerah maupun wisatawan mancanegara berbondong-bondong ke Bali untuk menikmati kuliner di sana. Beraneka ragam makanan dan cita rasa yang khas tentu sangat menggugah selera.

Saat berwisata di Bali tentulah sebagian orang mencari Kuliner Halal di Bali. Mungkin kamu pernah berpikir bahwa hampir makanan di Bali tidak halal karena sedikitnya orang yang beragama muslim di sana. Semua itu tidaklah benar, karena banyak sekali kuliner halal di sana.

Ada beberapa daftar tempat makan di Bali yang rekomended buat kamu jika ingin sedang berwisata di Bali yaitu :

1. Restoran Goerih Bali

Kuliner-Bali-Goerih-The-Keranjang
Jika Kamu sedang mencari tempat kuliner enak di Bali, Restoran Goerih ini wajib untuk Kamu kunjungi. Berlokasi di kawasan wisata The Keranjang Bali, Goerih menyajikan beragam menu tradisional khas Nusantara. Mulai dari makanan berat sampai makanan ringan/jajanan pasar.

Disini Kamu bisa menemukan Sosis Ayam Betutu 1 meter yang lagi hits di Bali. Dan merupakan menu hidangan primadona Goerih dimana sosis homemade dengan rasa ayam betutu khas Bali ini dihidangkan sepanjang 1 meter.

Tidak ketinggalan ada juga aneka Nasi Metunu. Nasi rempah bali yang dimasak didalam oven kayu bakar dengan topping yang dapat dipilih sesuai keinginan. Seperti ayam betutu, ayam krispy dan sambel penyet, bebek betutu, tumis balado cumi dan pete hingga balado ikan teri.

Rekomendasi menu lainnya yang patut dicoba diantaranya ada Tahu Krispy, Lumpia Sayur, Nasi Goreng, Ayam/bebek Betutu, Nasi Kuning, Rujak Serut, Tape Bakar Keju, Rujak Buah Kampung Langit dan lain sebagainya.

Bagi Kamu yang lebih senang menikmati kuliner malam di Bali bisa juga berkunjung ke Teras Goerih yang ada di Jl. Raya Kuta No.70-72 (Parkiran The Keranjang Bali Jl. Kuta).

Teras Goerih dikenal sebagai tempat para pecinta kuliner mencari pengalaman baru dalam menikmati kuliner Bali. Karena disini Kamu akan diiringi berbagai pertunjukan tari bali dan musik secara outdoor.

2. Warung Men wati.

Warung Men wati
Warung ini merupakan tempat makan enak di Bali yang terletak tidak terlalu jauh dari pantai Sindu, Sanur. Dengan menu andalannya nasi campur, warung ini mulai beroperasi dari pukul delapan WITA. Tidak perlu khawatir dengan rasa masakannya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang selalu datang ke warung ini.

Menu andalan nasi campur ini disajikan dengan berbagai pilihan ikan seperti sayur urap bali, ayam betutu, pindang sambal tomat, sambal mantah, telur pindang, dan kripik kulit ayam. Warung meng Wati mempunyai rasa yang ciri khas di jamin makanan ini dapat menggoyang lidah kamu.

3. Warung Wardani.

Warung Wardani
Memang warung ini terletak agak sedikit jauh dari keramaian kota Denpasar. Akan tetapi, warung ini tidak kalah banyak peminatnya.
Warung Wardani menyajikan kuliner khas bali dengan menu yang tentu sangat menggiurkan yaitu nasi campur ayam dan nasi campur daging.

Memang terdengar biasa tetapi rasa yang khas dan aroma rempah-rempah khas Bali di setiap masakannya membuat warung ini menjadi primadona bagi wisatawan.
Nasi campur sebagai menu utama ini dibandrol dengan harga sekitar 30.000 hingga 40.000. Akan tetapi, harga ini membuat Warung Wardani di katagorikan sebagai Wisata kuliner bali murah jika di banding dengan kualitas dan rasa masakannya.

Warung Wardani beralamat di Jl. Yudistira nomor 2 Denpasar. Bahkan sekarang buka cabang di Bandara Ngurah Rai International Air Port. Buka dari pukul delapan pagi hingga pukul empat sore.

4. Warung Pojok
Warung ini memang cukup terkenal di kalangan wisatawan lokal Bali. Ini karena harga yang ditawarkan relatif murah yaitu hanya sepuluh ribu rupiah hingga dua puluh lima ribu rupiah per porsi.

Dengan nasi campur yang berisikan daging sapi sisit, paru, ayam sisit, kulit ayam, telor rebus, sate lilit, sayuran dan sambal menjadi andalannya. Warung Pojok beralamat di Jl. Semangka nomor 168 Denpasar.

Baca Juga : Adat Bali Yang Berpolitik Eksklusif

5. Sop Ikan Warung Mak Ben.
Sop ikan ini merupakan kuliner khas Bali. Setiap orang yang berkunjung ke Bali pasti ingin mencicipi maksakan favorit banyak orang ini.

Warung ini hanya memiliki satu menu saja yaitu paket sederhana. Paket ini terdiri dari nasi putih, sambal yang sangat pedas, ikan gorang dan sop ikan dengan bumbu-bumbu tradisional khas yang membuat pengunjung selalu ketagihan.

Warung ini dapat kamu jumpai di Jl. Hang Tuah nomor 45 Sanur. Buka dari pukul delapan pagi hingga pukul sepuluh malam. Cocok sebagai wisata kuliner malam Bali.

6. Ayam Bakar Taliwang.
Ayam Bakar Taliwang ini cukup unik karena menyajikan ayam bakar dari ayam kampung asli. Menu andalannya ayam plecing dan ayam sasak yang enak dan mantap rasanya.

Seperti namanya bahan dasar makanan ini adalah ayam dengan berbagai macam rempah-rempah dan tentu saja rasa pedas yang menjadi ciri khas. Yang membuat unik makanan ini adalah semua bumbu di masukan ke dalam perut ayamnya sehingga rasa rempah rempah tersebuh menyebar ke seluruh daging.

Ayam Bakar ini dipanggang dua puluh empat jam di bara api untuk menghasilkan rasa dan aroma yang tajam serta khas. Menu ini dapat dijumapi di Jl. Tenungku Umar nomor 10 Denpasar.

Kalian sudah pernah mencicipi yang mana ?

Adat-Bali-Yang-Berpolitik-Eksklusif

Adat Bali Yang Berpolitik Eksklusif

fkossmpkotabali – Berbagai kebijakan lahir dengan dalih untuk “memberdayakan” desa adat seluruh Bali yang secara langsung berada di garis depan pandemi, selain tentunya para dokter dan tenaga medis.

Pelibatan desa adat dalam penangangan pandemi mendapatkan sambutan dan pujian presiden. Inilah salah satu contoh aktifnya komunitas (adat) yang berkontribusi dalam pengendalian pandemi. Namun, seluruh “panduan” kontribusi tersebut telah dirancang oleh negara (pemerintah provinsi Bali) dengan berbagai kebijakannya yang menjadikan desa adat sebagai obyek untuk “penyelenggara” di lapangan.

Negara bertindak sebagai raja yang menata (negara mawatata) di tengah kompleksitas desa adat (desa mawacara).
Jika kita melacak lebih dalam, relasi negara dan desa adat di Bali penuh dengan ketegangan dan pasang surut. Namun, sebagai

umumnya relasi berlangsung, ia tidak pernah lepas dari ketimpangan dan berbagai macam kepentingan untuk menguasai. Relasi harmonis mungkin akan terlihat di depan pentas, namun dibaliknya intrik dan kepentingan menjadi Hasrat yang tidak terelakkan pasti terjadi. Saya memaknai sangat politis, tidak naif melihatnya harmonis atau bahkan pelibatan ataupun pemberdayaan yang tulus ikhlas.

Konstruksi pemerintah kolonial Belanda tidak bisa dilepaskan dalam konteks ini. Pemerintah colonial Belanda pada tahun 1930-an sudah mengintroduksi perbedaan antara pemerintah dinas dan pemerintah adat di tingkat desa. Introduksi dan pengaturan ini dimaksudkan untuk memelihara agama dan kebudayaan (adat) Bali dalam sebuah negara otentik.
Sementara dinas adalah institusi administrasi modern yang dikonstruksi pemerintah kolonial Belanda untuk tetap menancapkan kekuasaannya di desa-desa Bali. Pemisahan adat dan dinas ini terus berlangsung hingga Orde Baru, ketika negara melakukan kooptasi yang menguasai desa, dimana desa adat betul-betul ditundukkan oleh negara.

Pasca reformasi 1998 dan UU No.22/1999 tentang desentralisasi menjadi angin segar untuk mengkonstruksi kembali relasi negara dengan desa, terkhusus desa adat dengan desa dinas. Inilah momentum yang sangat penting dimana dinamika yang kencang terjadi dari euphoria kebangkitan adat di Indonesia pasca reformasi. Perda No. 3/2001 mengeluarkan sebuah peraturan mengenai desa adat yang mencerminkan keprihatinan orang-orang Bali kelas menengah perkotaan, yang percaya bahwa kebudayaan Bali harus dilindungi dari sifat-sifat jahat globalisasi.

Kebudayaan Bali di mata orang-orang Bali kelas menengah perkotaan berakar di desa, dan desa didasarkan pada adat, maka adat dianggap sebagai batu pondasi kebudayaan Bali. Perda tersebut banyak dikritik karena didasarkan pada ide-ide kolonial Belanda mengenai sifat otonom dan republic dari desa Bali mencerminkan keinginan romantis akan otentisitas kultural (Nordholt, 2014:520-522; Warren, 2004).

Eksklusif

Politik adat membuatnya tidak terlepas dari medan kekuasaan. Pengalaman kooptasi desa adat oleh berbagai otoritas supra-desa menunjukkan desa adat sebenarnya bisa “berpolitik” dengan modal social budaya yang dimilikinya. Membincangkan desa adat sebagai medan kekuasaan, desa adat sebenarnya telah berpolitik dan “dipolitiki”.
Desa adat berpolitik ketika desa adat berperan sebagai subyek (actor, agency) politik dalam pertarungan kekuasaan dengan individu maupun entitas supra-lokal. Sedangkan desa adat dipolitiki terjadi ketika desa adat menjadi medan penaklukan kekuatan politik lokal dan supra-lokal.

Politik suryak siyu sangat gamblang terjadi pada masa Orde Baru, salah satunya dengan mengkontruksi kebijakan memasukkan negara ke desa. Politik memasukkan negara ke desa dilakukan melalui stratagi korporatisme negara. Dalam strategi ini, semua kelembagaan social-politik di tingkat desa dikendalikan melalui jaringan birokrasi desa (Dwipayana, 2004: 54-56). Ruang-ruang demokrasi local yang ada di desa adat disumbat dengan berbagai instrumen.

Baca Juga : Beberapa Tradisi Unik yang Hanya Ada Di Bali

Yang terjadi kemudian adalah penyeragaman dimana cengkraman otoritas negara, tanpa disadari, merasuk dengan mempengaruhi ekspresi desa adat, dan yang terpenting adalah cara berpikir dan perilaku orang Bali di desa adat.

Mengajukan desa adat untuk “berpolitik” pasti akan menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesarnya adalah mengkonstruksi kesadaran orang Bali di desa adat untuk “merdeka”. Kemerdekaan untuk berekspresi ini sangatlah penting. Desa adat bisa menjadi oposisi dan penyeimbang bagi kekuasaan negara. Politik komunitas desa adat memang bisa menjadi pedang bermata dua.

Desa adat bisa menjadi kekuatan yang militan dengan menjadi penjaga kuasa negara atau justru terfragmentasi. Jebakan paling menantang sudah tentu adalah mengatasi para elit desa adat yang sering berselancar untuk meraih kuasa ekonomi politik. Saya beranjak dari argumen Tania Li (2010: 405) yang melihat implikasi adat menjadi sebuah alat etnoteritorialisasi dan resiko manipulasi elit terhadap adat untuk tujuan politik.

Hanley dan Davidson (2007) juga berargumen bahwa kompleksitas kebangkitan politik adat selalu membayang namun penuh dengan adaptasi modernitas. “Menggunakan cara-cara modern untuk menjadi tradisional” ditengarai menjiwai gerakan-gerakan kebangkitan masyarakat adat selama ini.

Saya juga melihat sentimen etnopolitik dan etnoteritorialisme tersebut rentan terperangkap pada eksklusifisme kebudayaan dan agama Bali. Kesatuan etnis itulah pada gilirannya didasarkan pada agama. Kebudayaan Bali semakin kental dipresentasikan sebagai eksklusif Hindu. Perspektif ini tentunya menghadapi tantangan di tengah globalisme Bali yang diangkut oleh pariwisata dan kapitalisme global.

Beberapa-Tradisi-Unik-yang-Hanya-Ada-Di-Bali

Beberapa Tradisi Unik yang Hanya Ada Di Bali

fkossmpkotabali – Berkunjung ke Bali menjadi impian semua orang. Selain kekayaan alam, budaya, dan kesenian, Bali juga dikenal dunia karena destinasi wisatanya. Berbagai penghargaan dunia telah diperoleh, mulai dari penghargaan “Best Island”pada tahun 2010, penghargaan “World’s Best Island” oleh BBC tahun 2011 sampai dengan berbagai predikat terbaik, terfavorit, dan terindah di berbagai portal travel internasional.

Nama Bali berasal dari kata “Walidwipa” yang artinya Pulau Bali, pertama kali digunakan pada tahun 914 dan ditemukan di berbagai prasasti yang ada di Bali, salah satunya Prasasti Sri Kesari Warmadewa. Luas wilayah Bali membentang dari ujung barat hingga timur sejauh 153 kilometer, sedangkan dari ujung utara ke selatan sepanjang sejauh 112 kilometer. Meski wilayahnya tidak begitu luas, Bali dihuni sebanyak 4,22 juta penduduk berdasarkan data tahun 2012 dan mayoritas agama yang dianut adalah Hindu.

Bali menjadi pusat destinasi wisata berawal dari kedatangan antropolog Margaret Mead-Gregory Bateson, seniman Miguel Covarrubias, Walter Spies, dan musikus Colin McPhee yang kemudian mempublikasikan karya-karyanya yang menggambarkan tentang Bali pada tahun 1930. Sejak saat itulah, wisatawan internasional selalu membanji Pulau Bali hingga sekarang.

Meskipun Pulau Bali masih termasuk wilayah Indonesia, tetapi Bali memiliki keunikan tersendiri dari yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Penasaran dengan keunikan Pulau Bali? Simak penjelasannya berikut ini.

1. Tradisi pemakaman di Pulau Bali

Tradisi-Pemakaman-Di-Bali

Bali dikenal dengan kepercayaan, tradisi, dan kebudayaannya. Nah, salah satu keunikan yang ada di Bali terletak di tradisi pemakaman jenazahnta. Ada tiga macam pemakaman yang dilakukan oleh masyarakat Bali, yaitu mulai dari mengubur, membakar, dan meletakkan mayat di atas tanah.

Umat Hindu pada umumnya melakukan prosesi pemakaman dengan cara ngaben atau membakar mayat, kemudian abu dari hasil pembakaran di hanyutkan ke laut. Tetapi, berbeda dengan masyarakat Hindu pada umumnya, warga Desa Trunyan Bali memiliki tradisi tersendiri dalam pemakamannya, yaitu hanya meletakkan mayat begitu saja di atas tanah yang dikelilingi oleh pohon Taru Menyan. Konon katanya, pohon menyan mampu menyerap bau dari mayat itu, sehingga mayat-mayat di sana tidak menimbulkan bau apapun. Kamu pernah melihatnya?

2. Peringatan Hari Nyepi, Bali Sepi

Peringatan-Hari-Nyepi

Jika kamu ingin menyaksikan perayaan Hari nNyepi yang sesungguhnya, berkunjunglah ke Pulau Bali. Di sana kamu akan merasakan suasana yang tak biasa, yaitu suasana sepi, hening, dan tak ada aktivitas yang terjadi saat perayaan Hari Nyepi. Umat Hindu yang dominan di Pulau Bali dilarang bekerja, pantang bepergian, dan dilarang menyalakan lampu atau sumber pencahayaan lainnya selama satu hari penuh. Tidak hanya umat Hindu, tradisi ini juga berlaku untuk semua orang yang ada di Bali, termasuk para turis yang sudah diberitahukan sebelumnya agar tidak melakukan aktivitas apapun dan disarankan untuk berdiam diri di tempat mereka tinggal.

Baca Juga : Tradisi Bali Memakamkan Jenazah di Bawah Pohon Ala Trunyan

3. Tradisi Omed-omedan

3. Tradisi Omed-omedan

Sehari setelah perayaan Nyepi, warga Banja Kaja Desa Sesetan, Denpasar memiliki tradisi yang unik yang dikenal dengan sebutan Omed-omedan atau dalam Bahasa Indonesia berarti ciuman massal. Pasangan muda-mudi setempat bergiliran untuk maju dan berciuman, kemudian tetua desa mengguyurnya dengan air. Hal ini dipercaya warga Banja Kaja untuk menghalangi desa mereka dari serangan wabah penyakit. Bahkan, dalam prosesi itu warga lain berbondong-bondong menarik dan mendorong pasangan tersebut. Wah, unik juga, ya!

4. Upacara adat keagamaan tiap hari

Upacara-Adat-KEagamaan

Hampir tiap hari jika berkunjung ke Pulau Bali kamu akan menyaksikan wanita Bali membawa sesajen di atas kepalanya, dan hampir setiap saat terdengar kidung-kidung suci di setiap pura. Itulah salah satu alasan mengapa Bali dijuluki sebagai Pulau Dewata. Tak hanya itu, jika kamu berkunjung ke Bali dan menikmati destinasi wisata dengan berjalan kaki, maka kamu akan melihat canang (sesajen) menghiasi depan rumah warga Bali, hal ini merupakan salah satu ritual suci yang warga Bali lakukan setiap harinya.

Selain itu, jangan heran juga ketika melihat bambu yang menjulang tinggi dan melengkung yang penuh dengan hiasan terpasang di sebuah bangunan. Itu adalah salah satu tradisi yang dilakukan warga Bali pada hari raya Galungan atau disebut dengan Penjor. Tradisi ini memiliki makna ungkapan terima kasih karena masih diberikan kesejahteraan oleh sang pencipta. Bahan yang digunakan pun adalah dari hasil pertanian.

Tradisi-Bali-Memakamkan-Jenazah-di-Bawah-Pohon-Ala-Trunyan

Tradisi Bali Memakamkan Jenazah di Bawah Pohon Ala Trunyan

fkossmpkotabali – Terletak di tepi Danau Batur, Kintamani, Bali bagian timur, terdapat Desa Adat Trunyan yang memiliki tradisi unik. Warganya merupakan Suku Bali Aga atau Bali Mula, yang masih memegang teguh kepercayaan leluhurnya.

Hal itu jadi tidak biasa, karena rasanya modernitas dari majunya industri pariwisata sudah menyentuh setiap sudut di Bali.

Bali Aga atau Bali Mula merupakan kelompok masyarakat yang pertama kali mendiami Pulau Bali. Saat ini jumlahnya tidak banyak. Selain di Desa Trunyan, mereka juga bisa ditemui di Desa Panglipuran dan Desa Tenganan.

Salah satu tradisi yang masih dipegang teguh ialah menguburkan orang meninggal dengan cara “hanya” diletakkan di atas tanah. Lengkap dengan baju dan barang titipan keluarganya.

Pada umumnya, dalam kehidupan masyarakat Bali yang beragama Hindu, jenazah biasanya akan dikubur atau dibakar.

Warga Bali Aga di Desa Trunyan tidak melakukan hal itu, melainkan membiarkan jenazah tergeletak di permukaan tanah pemakaman, di bawah pohon khas di sana, Taru Menyan.

Tempat pemakaman bernama Sema Wayah itu berada di seberang desa. Wisatawan yang ingin mengunjunginya perlu menyeberangi Danau Batur menggunakan perahu selama sekitar 15 menit.

Di lokasi Sema Wayah hanya terdapat 11 “makam” yang terbuat dari anyaman bambu berbentuk segitiga (Ancak Saji), dan berfungsi untuk melindungi jenazah dari serangan binatang buas.

“Bila ada jenazah baru, jenazah yang sudah berbentuk tulang akan dipindahkan,” kata sang pemandu, Nyoman Sulam. Pohon Taru Menyan bertengger tak jauh dari tempat itu. Menurut penuturan warga sekitar, pohon itu telah tumbuh selama ribuan tahun.

Kata Taru berarti pohon, dan Menyan berarti harum, yang bila digabungan berarti Pohon Harum

Pohon ini menyebarkan wangi semerbak ke sekelilingnya, sehingga pengunjung tak mencium bau busuk dari jenazah yang tak dikubur.

Tidak hanya Pohon Taru Menyan yang menyambut di pemakaman, di sepanjang jalan masuk pemakaman juga terdapat sesajen bekas upacara pemakaman.

Baca Juga : Wisata Kuliner Di Seminyak Dan Club House Santorini

Aturan di Pemakaman Trunyan

Untuk memakamkan di Sema Wayah, warga Desa Trunyan memiliki aturan khusus. Hanya jenazah yang meninggal secara wajar dan telah menikah yang dapat dimakamkan di sana.

Sementara, untuk warga yang Ulah Pati dan Salah Pati, yaitu yang meninggal masih meninggalkan luka dan penyebab kematiannya tidak wajar seperti kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri, atau ada bagian tubuh yang tidak utuh, akan dimakamkan dengan cara dikubur di Sema Bantas.

Sama halnya bagi warga yang masih anak-anak serta yang telah dewasa atau berusia lanjut tapi belum menikah, akan dikuburkan di Sema Muda.

Perempuan desa dilarang untuk mengunjungi pemakaman-pemakaman itu, demi menghindari kesedihan yang mendalam saat ada kerabat atau keluarga yang meninggal.

“Menurut cerita leluhur, pada zaman dahulu ada beberapa perempuan ikut mengantar kerabatnya ke pemakaman. Namun, karena kesedihan yang mendalam, mereka sampai tak mau pulang,” tutur Nyoman.

“Sama seperti tradisi pemakaman pada umumnya, kita diajarkan untuk mengikhlaskan. Aturan itu diberlakukan agar kita lebih tabah,” tambahnya.

Disebutkan, bahwa aturan itu hanya berlaku bagi warga Desa Trunyan saja, sedangkan bagi wisatawan diperbolehkan. Sekalipun, mengikuti prosesi pemakamannya.

Cara Menuju Desa Trunyan

Dengan tradisi yang sangat unik, sayangnya Desa Trunyan terbilang cukup sulit diakses. Menempuh jalan menuju kawasan Kintamani saja dibutuhkan waktu lebih dari dua jam perjalanan dari pusat kota Bali.

Selanjutnya, diperlukan waktu tempuh sekitar 20 menit untuk tiba di tepi Danau Batur.

Saat sudah berada di sana dan datang menggunakan kendaraan pribadi, sejumlah warga akan menawarkan jasa memandu dengan harga yang “variatif”, mulai dari Rp350 ribu per orang untuk wisatawan lokal dan Rp500 ribu per orang untuk wisatawan mancanegara.

Katanya, harga tersebut sudah termasuk biaya perahu, tiket masuk makam, asuransi perjalanan, jasa pemandu serta donasi untuk pembangunan desa.

Dari tepi Danau Batur, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki atau bersepeda sekitar 15 menit sampai pintu masuk Desa Trunyan.

Meski jalanan setapak yang ditempuh cukup curam, namun keindahan Danau Batur dan Gunung Batur membayar segala kelelahan fisik yang terasa.

Selain pemandangan bak lukisan itu, beberapa warga yang memiliki mata pencaharian sebagai nelayan dan berkebun akan terlihat sepanjang perjalanan.

Sampai di desa, pemandu akan mengajak ke pelabuhan kecil untuk naik perahu menuju Sema Wayah.

Banyak warga lanjut usia di Desa Trunyan. Mereka yang tidak bekerja biasanya akan mengemis kepada wisatawan.

Bukan cuma di pelabuhan, mereka bahkan mendayung sampai perahu untuk mendekati perahu wisatawan demi mengemis.