Tradisi Gebug Ende Karangasem Warga Desa Seraya

Tradisi Gebug Ende Karangasem Warga Desa Seraya

Fkossmpkotabali.web.id – Tradisi Gebug Ende Karangasem, ialah tradisi turun temurun yang sekarang masih dilakukan. Gebug Ende dapat Anda saksikan di Pulau Bali. Gebug Ende merupakan tradisi atau upacara adat untuk memanggil hujan.

Apabila anda sedang mengunjungi kawasan Bali yang satu ini yaitu di Karangasem tepatnya di Desa Seraya, maka di desa ini terdapat sebuah tradisi yang dikenal dengan Gebug Ende.

Tradisi Gebug Ende Karangasem atau dikenal juga Gebug Ende Seraya ini merupakan perang rotan. Sebuah warisan budaya leluhur yang bertahan sampai saat ini, dimana tradisi ini dilakoni untuk memohon turun hujan pada musim kemarau.

Gebug Ende biasanya digelar pada sasih kapat (kalender Hindu Bali) atau pada bulan Oktober – November.

Sejarah Tradisi Gebug Ende Karangasem

Sejarah dari Gebug Ende Seraya ini adalah, pada jaman kerajaan Karangasem, warga Desa Seraya ditugaskan sebagai prajurit untuk menyerang kerajaan Seleparang yang ada di pulau Lombok.

Karena pada jaman itu warga Seraya dikenal kuat dan tangguh serta memiliki ilmu kebal, maka mereka dijadikan garda depan untuk menyerang kerajaan Seleparang, sehingga kerajaan Seleparang dapat dikuasai kerajaan Karangasem.

Prajurit Desa Seraya yang semangat ksatrianya masih berkobar meskipun telah menang, akhirnya mereka bertarung dengan teman mereka sendiri dengan menggunakan alat perang Sportsbook seadanya. Seiring dengan kejadian tersebut munculah permainan Gebug Ende yang ada sampai sekarang.

Baca Juga : Mengenal Tradisi Mekotek Desa Munggu

Cara Menuju Lokasi Desa Seraya, Tempat Pelaksanaan Tradisi Gebug Ende Karangasem

Desa Seraya yang terletak sekitar 10 km dari pusat kota Amlapura, perjalanan dari Denpasar kurang lebih 2,5 jam menggunakan mobil, setelah melewati objek wisata Taman Ujung Karangasem. Desa Seraya sendiri memang terletak di dataran tinggi, dimana kondisi geografisnya tanahnya cenderung tandus dan kering pada saat musim kemarau, sehingga kondisi seperti ini kurang menguntungkan bagi para petani juga.

Ritual Gebug Ende ini diawali dengan persembahyangan dengan berbagai banten atau sesaji, yang kemudian akan dilanjutkan dengan adu ketangkasan antara dua orang laki-laki. Kedua laki-laki tersebut akan saling serang dengan membawa sebatang rotan dengan panjang 1,5 hingga 2 meter yang akan digunakan untuk memukul lawan dan perisai rotan bundar untuk menangkis serangan dari lawan.

Nama Gebug Ende sendiri memiliki arti yaitu Gebug yang artinya menggebug atau memukul lawan, Ende yang berarti perisai atau tameng.

Aturan Main Tradisi Gebug Ende Karangasem

Para peserta yang hendak bertanding berpakaian adat Bali madya dilengkapi dengan udeng atau ikat kepala berwana merah sebagai lambang jiwa pemberani. Kemudian mereka hanya bertelanjang dada dan memakai sarung.

Selama proses Gebug Ende akan diiringi dengan suara gamelan sehingga menambah ketegangan dan memacu adrenalin agar terus bertarung. Pertarungan akan berlangsung selama 10 menit dengan dipimpin oleh wasit yang disebut Saye.

Ritual akan menjadi lebih baik apabila saat pertandingan ada yang terluka hingga berdarah, karena dengan hal tersebut diharapkan hujan akan cepat turun. Maka dari itu para peserta Gebug Ende ini adalah harus yang sudah ahli.

Anda dapat berkunjung di Desa Seraya, Karangasem Bali tepat saat-saat musim kemarau. Mungkin saja anda beruntug dan dapat menyaksikan Gebug Ende Seraya ini.

Mengenal Tradisi Mekotek Desa Munggu

Mengenal Tradisi Mekotek Desa Munggu

Fkossmpkotabali.web.id – Salah satu tradisi di Bali yang masih dijaga hingga saat ini adalah Tradisi Mekotek Desa Munggu. Tradisi Mekotek ini juga dikenal dengan Gerebeg Mekotek. Untuk dapat menyaksikan tradisi Mekotek ini anda harus datang ke Desa Munggu.

Tradisi ini rutin diadakan setiap 6 bulan sekali atau 210 hari sekali sesuai dengan kalender Hindu, lebih tepatnya 10 hari setelah Hari Raya Kuningan. Tujuan adanya tradisi mekotek sendiri adalah sebagai prosesi tolak balak dan memohon keselamatan.

Asal Mula Tradisi Mekotek Desa Munggu

Pada awalnya tradisi Mekotek dilakukan sebagai bentuk penyambutan prajurit Kerajaan Mengwi yang datang dan membawa kemenangan setelah melawan raja Blambangan, dan akhirnya berkembang menjadi sebuah tradisi hingga sekarang.

Dahulu di tahun 1915, pada jaman penjajahan Belanda, Tradisi Mekotek Desa Munggu sempat dihentikan. Dikarenakan Belana merasa khawatir jika akan ada pemberontakan. Namun, yang terjadi malah terdapat wabah penyakit, dan dengan adanya perundingan yang cukup alot, akhirnya Mekotek diijinkan kembali.

Tardisi Mekotek menggunakan sarana tongkat kayu yang kulitnya sudah dikupas dengan panjang kurang lebih 2,5 meter. Dulunya tradisi ini menggunakan tombak, namun untuk menghindari terjadinya peserta yang terluka, tombak diganti dengan kayu.

Tongkat-tongkat kayu dipadukan menjadi satu dengan ujung yang mengerucut hingga membentuk seperti piramid. Suara tongkat-tongkat kayu yang saling berbenturan inilah mengeluarkan bunyi “tek..tek” sehingga dikenal dengan nama Mekotek.

Baca Juga :Mengenal Tradisi Omed Omedan Dari Bali

Peserta Tradisi Mekotek Desa Munggu

Tradisi Mekotek ini diikuti oleh seluruh warga dari 15 banjar di Desa Mengwi, mulai dari anak-anak yang berusia 12 tahun hingga orang tua yang berumur 60 tahun ikut memeriahkan perayaan yang satu ini. Hal tersebut memperlihatkan bagaimana peran budaya tradisional Bali ini yang sangat penting di kalangan masyarakat setempat.

Para warga yang ikut diwajibkan untuk menggunakan pakaian adat madya. Saat siang hari telah tiba, mereka berkumpul di Pura Dalem Munggu untuk melaksanakan persembahyangan bersama dengan memberikan ucapan terima kasih atas segala hasil perkebunan dan usaha yang dijalankan. Kemudian, mereka melakukan pawai menuju ke sumber air yang terdapat di kampung ini.

Para warga dibagi menjadi beberapa kelompok dan disetiapa kelompoknya terdiri dari sekitar 50 orang. Setiap kelompok tersebut akan membawa tongkatnya masing-masing sambil diadu dan membentuk sebuah piramid. Para peserta yang memiliki keberanian dapat naik ke puncak piramid.

Lokasi Pelaksanaan Tradisi Mekotek Desa Munggu

Tradisi Mekotek yang hanya satu-satunya di Desa Mengwi meruppakan sebuah tradisi yang meriah dan unik. Desa Mengwi beradi di Desa Munggu, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali.

Letaknya dekat dengan pusatb pariwisata Bali seperti Canggu, Seminyak, Kuta dan Legian. Banyak dari pelancong yang berada di kawasan ramai di Bali datang untuk melihat prosesi tradisi Mekotek yang hanya ada di Desa Munggu ini. Dan jangan lupa kamera Anda untuk mengabadikan tradisi unik ini.

Bagi anda yang memang sedang berlibur di Bali pada hari dimana Tradisi Mekotek Desa Munggu diadakan, tidak ada salahnya untuk menyambangi Desa Mengwi agar dapat melihat kebudayaan unik masyarkat Desa Mengwi ini. Sehingga dapat menambah keseruan dan pengalaman unik selama liburan.

Mengenal Tradisi Omed Omedan Dari Bali

Mengenal Tradisi Omed Omedan Dari Bali

Fkossmpkotabali.web.id – Omed-omedan, tradisi yang sangat unik yang digelar sehari setelah pelaksanaan catur brata penyepian, sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Tradisi ini digelar oleh anak muda Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, Denpasar.

Meski dilakukan oleh pemuda dan pemudi setempat yang tampak berpelukan di tengah siraman air, tradisi ini tidak semerta-merta dijadikan ajang ciuman massal. Bahkan teknisnya, omed omedan diawali sebuah upacara dan pakem-pakem dalam pelaksanaannya.

Panglingsri Puri Banjar Kaja, Desa Pakraman Sesetan, yang juga disebut maestro tradisi omed-omedan, I Gusti Ngurah Oka Putra, mengatakan tradisi di desanya itu bagi masyarakat awam memang seperti ciuman dan pelukan massal. Namun, ia meluruskan persepsi itu semua karena dalam kenyataannya tidak seperti yang dilihat pada media sosial.

“Namanya juga omed-omedan berarti saling tarik-menarik. Di sana memang adanya sebuah pertemuan antara pipi pelaku dan tidak ada sama sekali yang bibir ketemu bibir karena semua itu sudah ada pakemnya,” ucapnya kepada Bali Express

Sesuai pakem yang ada, peserta omed-omedan dilakukan oleh anggota pemuda dan pemudi. Sedangkan tangan pemuda harus berada di lengan dan pinggul pemudi, sehingga pipi sama pipi dikatakan akan bertemu, sedangkan bertemunya bibir tidak akan terjadi.

Pada saat itu, ia juga menjelaskan anggota Sekaa Truna Truni (STT) dibagi menjadi beberapa kelompok tanpa ada batasan untuk mengangkat salah satu pemuda dan pemudinya yang akan melakukan tarik-menarik sambil disiram air.

Omed omedan itu memang dilaksanakan untuk memperingati pergantian tahun baru caka yang diperkirakan sudah mulai dari abad ke-18 Masehi.

“Ini sama kayak kita bersilahturahmi, namun dilakukan dengan bersenang-senang dan penuh kegembiraan. Sejarahnya juga sangat panjang, sehingga sampai saat ini masih tetap dilakukan setiap tahun. Kami juga tidak menyangka akan menjadi tradisi yang unik bahkan dikenal sampai ke luar negeri,” terang Ngurah Bima, panggilan akrabnya.

Baca Juga : Keunikan Tradisi Perang Pandan Mekare kare di Desa Tenganan

Tradisi Omed-omedan Sempat Ditiadakan

Dalam kesempatan itu pun Ngurah Bima menjelaskan sejarah singkat adanya tradisi omed-omedan tersebut yang sempat ditiadakan. Ia menerangkan panglingsirnya sendiri yang ada di puri setempat, tepat purinya yang berada di depan balai banjar mengalami sakit keras dan tidak diketahui apa penyebabnya.

Karena tidak ingin ada keramaian saat itu, maka disarankan jangan melakukan tradisi tersebut dalam memperingati tahun baru caka. Meski demikian, karena datangnya masyarakat dan penonton yang membeludak, maka tetaplah dilakukan oleh warga dan menentang perintah dari panglingsir puri saat itu.

“Karena raja tetap mendengar keramaian, mintalah ia keluar dari puri dengan digotong oleh pendampingnya, yang akan memarahi masyarakat karena tetap membuat keramaian di bencingah (depan puri). Sampainya di depan puri seketikalah panglingsir saya menjadi sembuh kembali secara misterius, maka ia tidak jadi marah-malah malah menyuruh melanjutkan kembali tradisi itu,” terang pria 74 tahun tersebut.

Diwawancarai pada tempat yang sama, ketua Sekaa Teruna Dharma Kerti, I Made Widya Sura Putra, mengatakan tradisi omed-omedan memang turun-temurun dilakukan oleh kalangan muda. Bahkan, ia mejelaskan sebelum tradisi berlangsung, diadakan sembahyang bersama terlebih dahulu dan ada arahan dari tokoh masyarakat setempat.

“Tradisi ini tidak semata sebagai ajang pelukan atau ciuman massal seperti informasi yang ada. Karena omed-omedan itu kan berarti saling tarik-menarik, bahkan itu ada pakemnya yang jelas. Mereka yang melakukan juga anggota STT yang diangkat oleh temannya secara spontanitas tanpa mengurangi tradisi, adat, budaya, dan pakem yang ada,” jelas pemuda 23 tahun tersebut.

Dalam pelaksanaannya juga, Putra mengungkapkan tradisi itu hanya boleh dilakukan oleh anggotanya yang baru masuk STT sampai yang belum kawin. Sedangkan, bagi yang mengalami kecuntakan (kotor/datang bulan) tidak diperkenankan ikut melakukan tradisi tersebut, karena prosesi awalnya dilakukan pada pura banjar setempat.

“Kita mulai dari pukul 16.00 sampai selesai, sedangkan yang melakukan omed-omedan maksimal itu dilakukan oleh dua pasang saja dari 350 anggota STT, dengan durasi tidak menentu,” imbuh mahasiswa Jurusan Manajemen Pascasarjana Undiknas tersebut.

Keunikan Tradisi Perang Pandan Mekare kare di Desa Tenganan

Keunikan Tradisi Perang Pandan Mekare kare di Desa Tenganan

Fkossmpkotabali.web.id – Banyak tradisi unik dan menarik yang bisa disaksikan selama berada di Pulau Dewata Bali. Tradisi Perang Pandan Mekare-kare merupakan salah satunya. Tradisi ini merupakan sebuah budaya leluhur yang berusaha dijaga secara turun temurun oleh masyarakat Bali yang tinggal di Desa Adat Tenganan Pegringsingan. .

Mekare-kare atau yang biasa disebut Mageret Pandan juga dikenal dengan istilah Perang Pandan Mekare kare adalah tradisi yang berlaku sejak turun temurun di Desa Adat Tenganan Pegringsingan.

Jika Anda sedang berkunjung ke Desa Adat Tenganan Pegringsingan dan menyaksikan Mekare-kare tersebut sedang dilangsungkan, maka akan menjadi sebuah pengalaman yang berharga dan tak terlupakan bagi Anda.

Tradisi Perang Pandan Mekare-kare Bagian dari Upacara Keagamaan

Tradisi ini merupakan rangkaian upacara keagamaan yang dilakukan ketika upacara Sasih Sembah digelar. Upacara Sasih Judi Bola Sembah merupakan upacara terbesar yang diselenggarakan hanya sekali dalam setahun. Sedangkan Mekare-kare dihelat selama 2 hari mulai pukul 2 sore di halaman Balai Desa Tenganan.

Kaum pria menggunakan pakaian adat madya terdiri dari sarung, selendang, serta ikat kepala tanpa memakai baju atau hanya bertelanjang dada. Sedangkan para perempuan memakai pakaian khas Tenganan yang berupa kain tenun Pegringsingan.

Seperti namanya Perang Pandan, maka senjata yang digunakan adalah pandan berduri yang diikat. Pandan ini sebagai simbol sebuah gada yang dilengkapi dengan sebuah perisai yang terbuat dari rotan yang dipakai untuk tameng.

Baca Juga : Desa Mistis di Bali yang Terkenal dengan Pemakaman Uniknya

Perang Pandan Mekar-kare Diikuti oleh Pria dengan Tanpa Rasa Dendam

Perang Pandan Mekare-kare hanya boleh diikuti oleh kaum pria yang mulai menginjak usia dewasa. Sebelum acara puncaknya dimulai, seluruh peserta berkeliling desa untuk memohon keselamatan.

Saat perang berlangsung, peserta berdiri berhadap-hadapan satu lawan satu. Setiap peserta membawa seikat daun pandan di tangan kanan dan perisai pada tangan kiri serta seorang wasit berada ditengah-tengah kedua peserta.

Ketika aba-aba dimulai, kedua peserta dengan serta merta saling serang dengan saling merangkul sambil memukulkan pandan di punggung lawan. Sambil dipukulkan, pandan tersebut juga digosokkan/digeretkan oleh karenanya disebut Upacara Mageret Pandan.

Tak terbayang bagaimana perihnya duri-duri pandan itu menancap dan melukai punggung-punggung peserta. Namun di sinilah letak adu nyali setiap peserta diuji. Mekare-kare ini hanya berlangsung selama satu menit diiringi dengan musik gamelan yang memacu semangat.

Semua peserta bergantian berperang dan prosesi ini berlangsung sekitar 3 jam. Selesai prosesi, luka di punggung peserta diobati dengan obat-obatan tradisional.

Setelah selesai perang, tak ada dendam sekalipun dalam hati tiap peserta karena Mekare-kare adalah tradisi untuk upacara persembahan yang harus dilakukan dengan tulus ikhlas.

Warga Desa Tenganan adalah penganut agama Hindu seperti kebanyakan masyarakat Bali pada umumnya. Namun yang menjadi dewa tertinggi mereka adalah Dewa Indra berbeda dengan warga lainnya yakni dewa Tri Murti yaitu Brahma, Wisnu, Siwa sebagai dewa tertinggi.

Oleh karena itu, Perang Pandan Mekare-kare ini dihelat sebagai penghormatan kepada Dewa Indra sebagai Dewa Perang selain untuk menghormati para leluhur. Biasanya digelar pada bulan Juni bertepatan dengan upacara Ngusaba Kapat

Desa Mistis di Bali yang Terkenal dengan Pemakaman Uniknya

Desa Mistis di Bali yang Terkenal dengan Pemakaman Uniknya

Fkossmpkotabali.web.id – Pulau Dewata memang surga untuk liburan. Bukan hanya garis pantai yang indah, di sana pula terdapat beragam tempat wisata Bali yang keren dan sayang untuk dilewatkan. Salah satunya adalah Desa Trunyan, sebuah kawasan yang hingga kini mampu menarik perhatian wisatawan baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Lalu apa sih keunikannya?

1. Trunyan merupakan salah satu desa yang berada di daerah Kintamani. Destinasi satu ini terkenal akan tradisi pemakaman yang unik.

2. Biasanya pemakaman selalu identik dengan peti atau kain kafan, tapi tidak begitu di Trunyan. Mayat hanya diletakkan begitu saja di atas tanah.

3. Bukan sembarang tanah, warga Trunyan meletakkan mayat di bawah sebuah pohon yang sudah bertahun-tahun tumbuh di sana.

4. Kerabat dari orang-orang mati cukup menyiapkan bambu sebagai pagar di samping makamnya. Nampak sederhana tidak seperti pemakaman di tempat lain.

5. Selain dipagari dengan bambu ukuran satu meteran, juga ada sesaji yang di letakkan persis di dekat area makam.

Baca Juga : Beberapa Tempat Hiburan Malam Paling Ramai di Bali

6. Kendati dibiarkan terbuka tanpa tertimbun tanah, mayat yang ada di makam Trunyan ini tidak menimbulkan bau busuk. Malah bau harum yang tercium.

7. Usut punya usut, bau harum tersebut berasal dari pohon besar bernama Taru Menyan yang berada di tengah makam. Warga sekitar pun percaya jika akar dari pohon ini yang menyerap bau busuk dari mayat.

8. Beberapa mayat yang sudah menjadi tulang belulang dikumpulkan menjadi satu. Hal ini agar mayat yang baru dapat diletakkan di sebelah pohon Taru Menyan.

9. Tidak semua orang mati bisa diletakkan di makam ini. Tentu saja ada persyaratannya, mulai dari status hingga kematian yang wajar atau tidak.

10. Trunyan juga memiliki hal lain yang tak kalah menarik. Yaitu Barong Brutuk, sebuah gerakan tari dengan mengenakan kostum seram seperti di bawah ini. Pernah melihat di tempat lain?

Hawa mistisnya memang kental. Karena itu pula banyak sekali wisatawan yang belum percaya jika tidak melihat secara langsung. Nah, bagaimana dengan kamu, tertarik untuk berkunjung ke Desa Trunyan.

Beberapa Tempat Hiburan Malam Paling Ramai di Bali

Beberapa Tempat Hiburan Malam Paling Ramai di Bali

Fkossmpkotabali.web.id – Meski saat ini banyak tampat untuk berjalan-jalan dan bersenang-senang di kawasan wisata Bali, seperti Kuta. Dimana terdapat banyaknya tempat hiburan malam di sepanjang jalan Legian, yang terdapat klub malam dan bar yang saling berdekatan. Yang mana dalam kehidupan malam di Kuta dipenuhi dengan anak muda dan wisatawan yang menetap di sepanjang Poppies 1 dan Poppies.

Tidak hanya sekedar yang muda saja, melainkan orang dewasa pun tidak ingin kalah menikmati hiburan yang berada di daerah tersebut. Seperti sebagian tempat yang begitu ramai dikunjungi oleh wisatawan, yang membuat kejahatan dapat terjadi seperti jambret tas dan copet. Dan harus tetap menjaga diri bagi anda yang menggunakan kartu ATM di tempat itu, karena banyaknya penipuan di mini market.

Jangan sampai perhatian anda dialihkan oleh orang yang berniat kriminal dan pastikan anda menyimpan uang dengan aman. Untuk wisatawan dan turis yang menikmati pesta, harus diingatkan agar minuman mereka agar tidak dicampur dengan minuman murahan seperti ‘Jungle Juice’ karena dilaporkan keracunan metanol. Yang membuat kualitas arak sangat buruk dan tidak layak untuk dikonsumsi.

Klub dan Tempat Hiburan Malam di Bali

Sky Garden

Sky Garden merupakan tempat hiburan yang paling terkenal di Bali yang berada di kawasan Kuta, terletak di pusat keramaian. Dimana tempat hiburan malam itu dekat dengan monumen Ground Zero. Bangunan yang memiliki 4 lantai itu tepar berada di jalan raya Legian, yang menampilkan beberapa DJ lokal dan juga asing. Di lantai 2-nya terdapat sebuah ruangan diskotik yang begitu luas, sedangkan di lantai 3 merupakan area bar untuk bersantai menikmati cocktail.

Dan di lantai 4 itu terdapat Rooftop Garden Lounge yang memiliki suasana romantis untuk menatap langit dan bintang. Dimana tempat hiburan malam ini gratis terkecuali di hari-hari tertentu saja. Karena banyaknya wisatawan dari semua negara akan mengunjungi tempat hiburan ini.

Baca Juga : Beberapa Spot Seru Bermain Air di Waterbom Bali

Bounty Discotheque

Diskotik yang bernama Bounty Discotheque ini merupakan tempat hiburan malam di Bali yang benar-benar diminati dengan oleh pemuda Austalia. Yang mana tempat hiburan itu begitu dekat dengan Sky Garden, yang mana diskotik itu di desain seperti kapal bajak laut. Dimana dua lantai untuk berdansa, terus menerus dikunjungi oleh para turis.

Tempat lokasi diskotik itu memangan memiliki akses yang sangat mudah yang berdekatan di jalan Poppies, dimana tempat tinggal para turis dari mancanegara. Dengan suara musik di klub itu membuat anda akan terus berjoget untuk mengikuti irama musik. Dan untuk membeli minuman pun sangat terjangkau harganya yang sebanding dengan suasana malam yang akan di nikmati oleh anda.

Double Six Club

Tempat hiburan ini merupakan tempat pertama kali untuk hiburan malam di Bali, yang masih terkenal hingga kini. Yang mana lokasinya begitu spesial yang tepat di pantai Seminyak. Pada sebelumnya di area tempat hiburan malam Double Six Club itu terdapat bungee jumping. Tetapi sekarang, sudah berdiri restoran mewah Double-Six Luxury Hotel Seminyak dan Klub Malam yang terdapat di lantai atas dalam bangunan hotel itu.

Bangunan Hotel tersebut memiliki luas 1.700 meter persegi, yang membuat rooftop pada barnya terbesar di Bali. Apalagi mengarah ke laut yang menjadikan tempat senang-senang itu sangat ideal dengan kemewahaan beserta dengan banyaknya pilihan cocktail.

Potato Head

Dimana klub ini dibuka sejak tahun 2010, yang menjadikan tempat hiburan populer yang tepat di daerah Seminyak. Akses untuk ke klub malam itu pun begitu mudah dilalui karena ada di jalan raya Petitenget, tempatnya pun benar-benar spesial. Yang mana langsung menuju ke laut Petitenget Seminyak yang spektakuler.

Beberapa Spot Seru Bermain Air di Waterbom Bali

Beberapa Spot Seru Bermain Air di Waterbom Bali

Fkossmpkotabali.web.id – Jakarta dan Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang masih menjadi primadona. Selain keindahan pantainya, destinasi wisata lain yang harus kamu coba adalah taman bermain air Waterbom Bali. Ini menjadi destinasi liburan yang ideal, Anda dapat bersantai dan menikmati berbagai atraksi dan aktivitas, tanpa harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lain.

Kamu bisa mencoba perosotan air yang mendebarkan di antara lautan tanaman hijau, serta keindahan pantai Bali yang termasyhuryang sayang untuk dilewatkan. Memperoleh penghargaan sebagai taman rekreasi air nomor satu di Asia yaitu Waterbom Bali bertujuan menyediakan fasilitas rekreasi lengkap yang dapat dinikmati oleh seluruh kalangan usia dan dengan beragam ketertarikan.

Anda dapat menikmati 5 kelompok utama atraksi yang ditawarkan Waterbom Bali untuk mendapatkan pengalaman liburan yang memuaskan,

1. Perosotan air untuk seluruh tipe dan usia

Dengan area rekreasi seluas 3,8 hektar, Waterbom Bali memiliki 17 perosotan air dan atraksi kelas dunia dengan tingkat sensasi bervariasi, memastikan kamu memperoleh pengalaman luar biasa di taman. Untuk kamu yang datang dengan keluarga, Waterbom Bali menyediakan Funtastic, sebuah fasilitas yang dapat dinikmati bersama anak-anak.

Funtastic adalah taman bermain di tengah kolam, yang berisi meriam air hingga perosotan. Selain itu, Waterbom Bali juga memiliki fasilitas rekreasi untuk pasangan dan kelompok, seperti Twin Racers, yang menawarkan pengalaman terjun melalui perosotan tertutup, dengan posisi badan terbalik.

Sementara untuk kamu yang datang berkelompok, Waterbom Bali juga menawarkan Python, terinspirasi dari perut ular piton, dimana empat orang pengunjung akan naik ke atas rakit, dan mengelilingi ‘perut ular piton’ bersama-sama.

Baca Juga : Tempat Wisata Instagrammable di Bali

Berbagai spot foto instagrammable hingga kuliner mancanegara

2. Berbagai spot foto instagrammable

Berlokasi di Pulau Dewata, dengan keindahan dan keunikan yang sudah tidak diragukan lagi, Waterbom Bali menyediakan berbagai spot yang dapat digunakan untuk berfoto dan kemudian mengunggahnya ke media sosial seperti Instagram. Salah satu spot yang diminati adalah di atas setiap menara perosotan air, di mana kamu dapat mengambil kesempatan untuk mengabadikan foto panorama seluruh taman.

Tidak hanya itu, kamu juga dapat mengabadikan momen melalui boomerang saat menikmati ombak di Flow Rider. Waterbom Bali juga memiliki perosotan Boomerang, yang cocok untuk dijadikan spot foto dengan lensa lebar, menggunakan GoPro, saat terjun melalui terowongan warna-warni yang tembus cahaya dalam kecepatan luar biasa.

3. Pilihan makanan dari berbagai negara

Waterbom Bali menyediakan berbagai pilihan kuliner dari seluruh dunia. Taman rekreasi air ini juga baru merenovasi salah satu restorannya yaitu Shack, yang menawarkan makanan khas Karibia dan berbagai macam makanan khas Amerika Latin.

Selain itu, kamu juga dapat menikmati makanan khas Thailand dan Italia di restoran Thaitalian, serta pizza yang diproses dengan ragi selama 48 jam di Bali Banana, sebelum melanjutkan eksplorasi keliling taman. Pusat jajanan Waterbom Bali, Wantilan, menyediakan makanan khas dari seluruh dunia, seperti khas Meksiko, Jepang, dan sebagainya.

Lebih dari sebuah taman rekreasi air hingga menerapkan pariwisata berkelanjutan

4. Lebih dari sebuah taman rekreasi air

Bertujuan menjadi sarana mengekspresikan diri, Waterbom Bali baru saja memulai rangkaian pesta kolam renang tahunannya, SOL Sessions, di bulan Mei. SOL Sessions adalah perayaan satu hari yang mendorong pengunjung untuk menjadi diri sendiri dan mengekspresikannya.

Selain menikmati atraksi taman yang selalu ditawarkan Waterbom Bali, kamu juga dapat mencoba berbagai atraksi lain seperti sesi menata rambut yang ramah lingkungan, menggunakan bunga dan tanaman dari kebun Waterbom Bali, atau mengisi ulang tenaga di Sugar Shack.

5. Destinasi liburan yang ramah lingkungan

Tidak hanya menawarkan sarana rekreasi yang menyenangkan, Waterbom Bali juga peduli terhadap ekosistem di sekitarnya dan menerapkan proses-proses yang ramah lingkungan. Taman rekreasi air ini memiliki suhu yang rata-rata lebih rendah 10 derajat celsius dibandingkan suhu luar taman, berkat serangkaian usaha taman ini untuk melestarikan 50% tanaman hijau alami Bali.

Selain itu, taman rekreasi ini juga memperhatikan jumlah air yang dikonsumsi. Tahun lalu, Waterbom Bali menghemat air sebanyak 31.696 meter kubik, setara dengan 1.668.211 galon air minum, dan terus berusaha mencapai 0% pemborosan air.

Waterbom Bali percaya akan pariwisata berkelanjutan, dan meyakini bahwa liburan yang menyenangkan tetap bisa dinikmati bersamaan dengan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Setiap tahun, Waterbom Bali dikunjungi rata-rata 130.000 pengunjung, yang akan disuguhi berbagai sarana rekreasi dan fasilitas.

Tidak hanya menyediakan perosotan air kelas dunia, seluruh atraksi di Waterbom Bali dipikirkan dengan matang untuk memberikan pengalaman menyenangkan, sambil menyeimbangkannya dengan langkah-langkah pelestarian lingkungan, melindungi keindahan alam Bali.

Tempat Wisata Instagrammable di Bali

Tempat Wisata Instagrammable di Bali

Fkossmpkotabali.web.id – Siapa orang yang tidak suka berwisata ke Bali? Hampir semua orang dari penjuru dunia ingin dan pernah merasakan berkunjung serta menikmati keindahan alam Bali.

Kalau Anda liburan ke Bali, tentu berfoto di tempat-tempat yang menarik wajib dilakukan dan biasanya diunggah ke media sosial. Anda ingin tahu apa saja tempat wisata di Bali yang cocok dijadikan latar belakang foto?

Ada banyak sekali tempat yang menawarkan keindahan sekaligus spot foto. Bahkan sejumlah kawasan kerap digunakan sebagai tempat pengambilan gambar prewedding dan shooting video klip.

Kalau Anda tertarik, ada tiga rekomendasi tempat wisata intagrammable terbaik di Pulau Dewata. Simak daftarnya berikut ini.

Desa Temukus Karangasem

Anda ingin berfoto seolah sedang berada di luar negeri? Datanglah ke Desa Temukus Karangasem. Di desa ini terdapat spot foto yang akan menghasilkan gambar luar biasa cantik.

Ada dua tempat dalam satu lokasi yang dapat Anda jelajahi, yakni Bunga Kasna dan Taman Gemitir. Di Padang Bunga Kasna, Anda serasa berada di negara empat musim saat musim dingin.

Wajar saja, hamparan bunga kasna terlihat seperti salju yang lembut. Perpaduan antara warna bunga kasna dengan warna langit dan pepohonan begitu sempurna. Sangat cantik!

Taman Gemitir pun tak kalah memesona. Taman pribadi milik warga setempat ini sering dikunjungi wisatawan. Keindahan bunga marigold akan membuat Anda terpukau. Warnanya sangat indah dan cocok dijadikan sebagai latar belakang foto.

Baca Juga : ‘Gerbang Surga’ di Bali Ini Aslinya Bikin Greget

Air Terjun Tukad Cepung

Anda mencari spot foto antimainstream? Air Terjun Tukad Cepung jawabannya. Di tempat ini Anda bisa berfoto sembari relaksasi. Pasalnya, suasana di lokasi air terjun relatif sepi.

Air terjunnya pun unik, agak tersembunyi lantaran dikelilingi tebing batu. Untuk mencapai air terjun, Anda harus menyelinap di antara tebing yang menyerupai gua.

Cukup banyak spot foto yang bisa dijadikan sebagai latar belakang. Namun, yang paling disukai wisatawan adalah di bawah guyuran air terjun.

Sebelum memasuki kawasan Air Terjun Tukad Cepung, pemuda desa akan menggelar upacara Mesirat yang bertujuan untuk membersihkan diri.

Nantinya, Anda akan menyusuri jalan berundak dengan pemandangan sekitar yang indah berupa pepohonan hijau nan rindang. Bagi Anda yang menginginkan kedamaian, tempat wisata ini wajib dikunjungi.

Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati

Destinasi menarik lainnya yang cocok dijadikan sebagai tempat berburu foto adalah Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati. Konon, ngarai ini terbentuk dari kikisan air sungai berupa lembah sempit yang sangat dalam.

Tak heran jika lokasinya cukup tersembunyi, sesuai dengan namanya.Meski menawarkan keindahan yang sangat luar biasa dan belum terjamah tangan nakal, tetapi perjalanan menuju Hidden Canyon Beji Guwang Sukawati sangat berat. Anda harus berada dalam kondisi prima dan membawa perbekalan cukup.

Sesampainya di lokasi, Anda akan takjub dengan pemandangan ngarai yang sangat indah. Bahkan sulit untuk dilukiskan melalui kata-kata. Airnya jernih hijau kebiruan dan sangat menyegarkan. Tak jauh dari aliran sungai terdapat Pura Beji yang memiliki pancuran air.

Penduduk sekitar sering memanfaatkan air tersebut untuk menghilangkan dahaga. Ada banyak spot foto yang bisa Anda jadikan sebagai latar belakang, seperti berfoto di atas tebing bebatuan atau di sekitar aliran sungai. Dijamin hasilnya menakjubkan!

'Gerbang Surga' di Bali Ini Aslinya Bikin Greget

‘Gerbang Surga’ di Bali Ini Aslinya Bikin Greget

Fkossmpkotabali.web.id – Kalian Semua pasti sangat setuju jika Bali merupakan salah satu destinasi wisata yang populer. Tak hanya di kalangan wisatawan dalam negeri tapi juga mancanegara. Pulau Dewata ini memang menyuguhkan banyak tempat wisata yang menarik. Salah satunya Pura Lempuyang Luhur, Bali.

Pura Lempuyang Luhur ini merupakan salah satu Pura tertua dan paling dihormati di Bali. Pura Lempuyang Luhur terletak di puncak Bukit Lempuyang, Kecamatan Karangasem.

Di pura ini terdapat gapura bertinggi empat meter yang sangat populer sebagai spot foto. Berlatarkan panorama Gunung Agung yang senada dengan biru langit, pura itu menjadi favorit banyak orang untuk mengabadikan momen istimewanya di Bali. Saking indahnya, banyak wisatawan yang menyebut gapura itu ‘gate to heaven’ atau gerbang menuju surga.

Jika kamu tengok di media sosial, sudah banyak orang yang membagikan foto-fotonya saat di Pura Lempuyang Luhur itu. Dalam foto-foto tersebut, mereka memamerkan pemandangan yang menakjubkan hasil perpaduan dari Gunung Agung, awan biru serta hamparan air di bawahnya.

Baca Juga : Beberapa Wisata Terbaru Bali yang Paling Hits

Namun, baru-baru ini warganet dikejutkan dengan fakta hamparan air yang ada di Pura Lempuyang Luhur itu. Usut punya usut, untuk membuat foto yang menakjukan di gerbang surga itu memerlukan sebuah benda yang tak terduga.

Berikut ulasan mengenai fakta di balik spot gerbang surga Pura Lempuyang Luhur Bali,

Keajaiban di depan gerbang surga, Pura Lempuyang Luhur Bali

Di depan ‘gerbang surga’ dalam setiap jepretan foto yang dibagikan selalu terlihat ada genangan air yang bisa menampilkan refrleksi. Namun, genangan air tersebut ternyata bukanlah berasal dari danau atau sungai yang ada di depan gapura itu.

Ternyata di depan gapura tersebut hanya sebuah lahan biasa atau tanah biasa. Jepretan dengan efek di depan gerbang yang terlihat seperti air ini ternyata hanya menggunakan sepotong kaca yang diletakkan di bawah kamera ponsel agar menghasilkan sebuah ilusi yang indah.

Gunakan sepotong kaca di bawah kamera ponsel, netizen merasa tertipu

Tentu hal ini bagi seseorang yang percaya akan keindahan gerbang surga Bali pasti akan kecewa, karena saat menuju Pura Lempuyang Luhur tersebut pasti berharap sebuah pemandangan yang indah. Namun ternyata ‘pemandangan indah’ itu merupakan hasil fotografi dari pada juru jepret kamera yang ada di lokasi wisata. Pemandangan indah dari ‘gerbang surga’ itu nyatanya diciptakan dari sepotong kaca.

Spot foto di antara gapura yang disebut gerbang surga memang menjadi sebuah primadona di Pura ini, dan inilah yang menjadi sebuah kesempatan bisnis bagi masyarakat sekitar agar semakin banyak turis yang datang berkunjung ke Pura tersebut.

Beberapa Wisata Terbaru Bali yang Paling Hits

Beberapa Wisata Terbaru Bali yang Paling Hits

Fkossmpkotabali.web.id – Lokasi Wisata di Bali yang terbaru selalu menjadi incaran wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Popularitas Bali memang sudah tak dapat dielakkan lagi keindahannya.

Pulau Bali menawarkan sejuta surga dunia eksotis nan menawan. Wisata Bali terbaru selalu muncul tiap waktu menawarkan keindahan Bali yang tak ada habisnya.

Wisata Bali terbaru kini didominasi dengan spot instagramable khas para milenial. Wisata Bali terbaru cocok bagi Anda yang mencari alternatif wisata di Bali yang sudah biasa dikunjungi. Mulai dari wisata buatan hingga alami, wisata Bali terbaru bisa masuk daftar tujuan Anda saat berlibur ke pulau Dewata ini.

Beberapa wisata Bali terbaru benar-benar baru dibuka dan jauh dari keramaian. Berikut wisata Bali terbaru yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber,

Garuda Wisata Kencana

Garuda Wisnu Kencana atau yang biasa disebut dengan GWK memang bukan tergolong wisata Bali terbaru. Taman budaya yang terletak di Ungasan, Kabupaten Badung, Bali ini menawarkan warisan budaya Indonesia yang mewah dengan ikon budaya nomor satu di Bali, Patung Garuda Wisnu Kencana.

Patung Garuda Wisnu Kencana adalah lambang Dewa Wisnu yang menunggangi Garuda agung sebagai sahabatnya. Patung GWK mulai digagas pada tahun 1989 dan selesai pembangunannya pada September 2018 lalu.

Kini Pengunjung baik lokal maupun mancanegara bisa menikmati kemegahan patung Garuda Wisnu Kencana secara utuh dan sebagai wisata Bali terbaru.

The Blooms Garden

The Blooms Garden by Ulun Danu Beratan merupakan wisata Bali terbaru yang baru dibuka secara soft opening pada Juni 2019 ini. Wisata yang masih tergolong sangat baru ini menawarkan keindahan wilayah Bedugul yang sejuk dan asri.

Taman wisata satu ini memiliki spot foto instagramable dengan berbagai objek menarik. Mulai dari taman bunga hingga miniatur rumah khas Belanda, wisata satu ini patut untuk dikunjungi.

The Blooms Garden berada di Banjar Batusesa, desa Candikuning, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Bali. Untuk dapat masuk ke kawasan seluasa 5 Hektar ini, Anda cukup menyiapkan dana Rp 20.000 untuk dewasa, Rp 15.000 untuk anak bwisatawan domestik, sedangkan Rp 40.000/dewasa dan Rp 20.000/anak untuk wisatawan asing.

Ice Cream World Bali

Wisata dengan spot foto instagramable makin diminati banyak orang. Bali rupanya tak mau ketinggalan memanfaatkan potensi ini. Salah satu wisata instagramable yang cukup populer adalah Ice Cream World Bali.

Ice Cream World Bali merupakan sebuah kedai es krim yang memiliki tempat unik penuh warna. Tak hanya menikmati es krim, pengunjung bisa merasakan suasana bak dunia es krim. Ice Cream World Bali berada di Jalan By Pass Ngurah Rai No. 4, Pedungan Kota Denpasar, Bali.

Baca Juga : Wisata Rumah Pohon Di Desa Temega Karangasem

Ice Cream World Bali telah menjadi salah satu wisata kekinian di Bali dalam kurun 1 tahun terakhir ini. Di tempat ini disediakan ruangan-ruangan khusus untuk berfoto ala dunia es krim.

Ada pula tempat oleh-oleh yang dapat dibeli pengunjung. Untuk dapat masuk ke Ice Cream World Bali ini Anda cukup menyediakan uang sebesar Rp 100.000 untuk orang dewasa dan Rp 50.000 untuk anak. Harga ini sudah termasuk menikmati es krim dan menikmati spot dunia es krim sepuasnya.

Munduk Asri Ubud

Munduk Asri Ubud cocok bagi Anda yang ingin menyegarkan pikiran dengan wisata alam. Munduk Asri Ubud memiliki tempat ikonik berupa akar-akar pohon Taep besar yang menjalar ke permukaan. Akar-akar inilah yang menjadi spot foto para pengunjung yang datang.

Tak cuma akar pohon, pengunjung juga disuguhi pemandangan alam yang hijau khas Ubud, Bali. Ada pula spot foto seperti sangkar burung buatan, terowongan akar, dan banyak area hijau lainnya.

Munduk Asri Ubud berada di Desa Kerta, Payangan, Ubud, Gianyar, Bali. Cukup merogoh kocek Rp.10.000 saja Anda bisa menikmati suasana hijau Ubud dan akar pohon yang eksotis dan alami.

Di kawasan ini juga sudah banyak penjual makanan dan minuman sehingga tak perlu khawatir lagi saat merasa lapar dan kehausan usai menjelajah wisata alam ini. Tersedia pula penjual souvenir khas Munduk Asri Ubud yang bisa dibeli untuk oleh-oleh.

Hidden Canyon Beji Guwang

Hidden Canyon Beji Guwang merupakan sebuah ngarai yang berada di wilayah desa guwang, Sukawati, Kabupaten Gianyar Bali. Hidden Canyon Beji Guwang menjadi istimewa karea aliran sungai yang diapit dua tebing yang menjulang tinggi. Wisata alam satu ini bisa dibilang cukup menantang namun akan terbayar dengan pemandangan yang spektakuler.

Seperti namanya, Hidden Canyon Beji Guwang merupakan tempat yang cukup tersembunyi. Untuk dapat menikmati keindahan Hidden Canyon Beji Guwang cukup membayar tiket masuk Rp 15.000. Disediakan pula pemandu wisata yang bisa memandu Anda menyusuri kawasan ini.

Savana Tianyar

Tak cuma pantai dan pegunungan yang eksotis, di Bali Anda juga dapat menemukan padang savana yang menarik mata. Berlatar belakang Gunung Agung, Savana Tianyar menawarkan suasana savana seperti di Afrika. Hamparan rumput yang luas dengan pemandangan perbukitan menjadikan Savana Tianyar sebagai lokasi wisata alternatif saat menugnjung pulau Dewata.

Suasana savana makin indah saat musim kemarau karena rumput akan menguning. Tak jarang hewan ternak seperti sapi dan kuda dibiarkan berkeliaran membuat susana savana makin alami dan memesona. Savana Tianyar berada di wilayah Desa Tianyar di Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem.